Translate

Wednesday, June 12, 2013

Bahaya Kesehatan yang Mengintai di Balik Nikmatnya Mie Instan

Mi instan sudah menjadi makanan yang umum di Indonesia, terutama bagi anak kos. Cara masak yang mudah dan rasa yang nikmat membuat makanan cepat saji ini digemari banyak orang. Tapi jangan keseringan, karena ada bahaya kesehatan yang mengintai di balik nikmatnya semangkuk mi instan.


Mi instan memang bisa meredam rasa lapar, tapi makanan cepat saji ini tidak bisa menggantikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Ditambah lagi dengan bumbu buatan dan pengawet kimia, yang semakin membahayakan kesehatan tubuh.

Berikut beberapa bahaya kesehatan yang mengancam bila Anda terlalu sering makan mi instan, seperti dilansir Boldsky:

1. Terganggunya penyerapan nutrisi
Mi instan dapat menghambat kemampuan anak di bawah 5 tahun untuk menyerap nutrisi. Setelah sering mengonsumsi mi instan, banyak anak-anak balita mengalami kesulitan menyerap nutrisi dari makanan yang tepat.

2. Kanker
Selain dengan bungkus plastik, ada juga mi instan yang dikemas dengan bungkus yang mengandung styrofoam dan bisa langsung diseduh. Padahal styrofoam dikenal sebagai agen penyebab kanker.

3. Keguguran
Sejumlah wanita hamil yang makan mi instan selama kehamilan mengalami keguguran. Hal ini karena kandungan bumbu dan pengawet pada mi instan dapat mempengaruhi perkembangan janin.

4. Gangguan metabolisme
Konsumsi mi instan jangka panjang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Hal ini disebabkan akumulasi dari zat-zat kimia beracun seperti pewarna makanan, pengawet dan aditif dalam mi.

5. Kerusakan organ
Mi instan mengandung propylene glycol, bahan anti-beku yang mencegah mi dari pengeringan dengan mempertahankan kelembaban. Tubuh menyerap zat tersebut dengan mudah dan terakumulasi di jantung, hati dan ginjal. Hal ini menyebabkan kerusakan dan kelainan organ, dan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

6. Gangguan pencernaan
Mi instan dapat mengganggu sistem pencernaan. Konsumsi lanjutan dari mi instan mengakibatkan kembung, sembelit atau tidak teraturnya gerakan usus.

7. Obesitas
Mi instan adalah salah satu penyebab utama obesitas. Hindari mi instan karena mengandung sejumlah besar lemak dan natrium yang menyebabkan retensi air dalam tubuh.

8. MSG
Monosodium glutamate (MSG) digunakan untuk meningkatkan rasa mi. Sekitar 1-2 persen dari populasi alergi terhadap MSG. Ketika orang-orang yang alergi terhadap MSG mengonsumsinya, maka akan dapat menyebabkan rasa terbakar, panas di dada, kemerahan pada wajah, atau nyeri dan sakit kepala.

9. Tinggi natrium
Mi instan juga mengandung jumlah natrium yang tinggi. Kelebihan konsumsi natrium bisa menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan ginjal. Jadi, hindari konsumsi mi instan berlebihan.

10. Junk food
Mi instan hanya dapat dianggap sebagai junk food dan tidak pernah menggantikan makanan bernutrisi. Hal ini karena mengandung sejumlah besar karbohidrat tetapi tidak ada vitamin, mineral atau serat. Mi instan juga mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans. Ini padat kalori dan memberikan efek negatif pada kesehatan.

Sumber :
health.detik.com

Monday, June 10, 2013

Efek gonta ganti pasta gigi

Sampai sejauh ini, belum ada penelitian yang menyebutkan adanya efek samping negatif dari kebiasaan sering menggonta-ganti merk pasta gigi. Namun, ada perlunya juga secara berkala kita mengganti merk pasta gigi.  Sebab, kandungan pada setiap pasta gigi berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Sehingga diperlukan penggantian secara berkala dari beberapa merk pasta gigi untuk memperoleh manfaat yang maksimal.

Pemilihan pasta gigi yang baik adalah dengan menyesuaikan kandungan di dalam pasta gigi dengan kebutuhan kondisi rongga mulut anda. Sebelumnya saya bahas terlebih dahulu, kandungan utama dan tambahan apa saja yang perlu ada di dalam suatu pasta gigi:

1.    Bahan abrasif atau agen pemoles – Dicalcium Phosphate Dihydrate, Silica, Aluminum Hydroxide, Calcium Carbonate: Bulu sikat gigi yang digunakan tanpa pasta gigi, tidak mampu menghilangkan plak dari permukaan email gigi. Oleh karena itu diperlukan bahan abrasif untuk membantu menghilangkan plak dan pewarnaan ringan pada email gigi. Namun tingkat keabrasifan yang terlalu tinggi di dalam kandungan pasta gigi, justru dapat merusak email gigi.
2.    Pelarut – Air: Air diperlukan untuk membantu pencampuran seluruh bahan-bahan lain, sehingga konsistensi suatu pasta gigi tepat. 
3.    Pelembab – Glycerin, Sorbitol: Berfungsi untuk mencegah pasta gigi mengering dan mencegah pertumbuhan mikrobiologis.
4.    Deterjen – Sodium Lauryl Sulphate: Sodium Lauryl Sulphate (SLS) merupakan deterjen yang ringan dan aman untuk digunakan. Deterjen ini menghasilkan busa selama proses penyikatan gigi, yang berfungsi untuk melonggarkan perlekatan makanan dan plak pada email gigi, serta membantu pasta gigi sampai ke sela-sela gigi. Namun, menurut beberapa penelitian SLS dapat menyebabkan sariawan pada mulut.
5.    Agen pengikat dan pengental – Hydrated Silica, Cellulose Gum, Carrageenan: Berfungsi untuk menyatukan kandungan pasta gigi yang berbentuk padatan dan cairan. Serta untuk membentuk konsistensi yang tepat pada saat pasta gigi dikeluarkan dari kemasannya. 
6.    Agen perasa – Spearmint, Peppermint, Menthol, Sodium Bicarbonate: Rasa yang digunakan di dalam pasta gigi memberikan efek bersih dan segar setelah menyikat gigi. Namun beberapa agen perasa seperti mint, cinnamon, dan menthol dilaporkan pernah menyebabkan alergi pada rongga mulut penggunanya. 
7.    Fluoride – Sodium Monofluorophosphate, Sodium Fluoride: Fluoride berfungsi untuk membantu proses pengembalian mineral pada gigi. Kandungan fluoride maksimum untuk orang dewasa adalah 1000 ppm, sedangkan untuk anak-anak adalah 250-500 ppm dan usahakan jangan sampai tertelan.
8.    Pemanis buatan – Sodium Saccharin: Tanpa menambahkan pemanis buatan di dalam pasta gigi, rasa pasta gigi akan kurang mengenakan. Biasanya pemanis buatan yang digunakan tidak akan merusak gigi anda.
9.    Agen pewarna: Agen pewarna buatan terkadang ditambahkan ke dalam pasta gigi untuk menghasilkan penampilan yang menarik.
10.    Vitamin - Vitamin E (Tocopheryl Aceteate), Pro Vitamin B5 (Panthenol) dan B Vitamin Folic Acid, Permethol: Berfungsi menjaga kesehatan gusi dan mengurangi perdarahan pada gusi
11.    Agen antibakteri – Triclosan, co-enzyme Q10: Berfungsi untuk mengurangi bakteri pada rongga mulut. Namun Triclosan dilaporkan dapat menyebabkan alergi pada rongga mulut anak-anak.
12.    Agen desensitisasi - Potassium Citrate: Mengurangi rasa ngilu pada gigi yang sensitif.

Setelah mengetahui berbagai macam kandungan dan fungsinya di dalam suatu pasta gigi, saatnya anda yang menentukan ingin menggunakan merk pasta gigi mana yang sesuai kebutuhan di dalam rongga mulut anda. Hal ini juga dapat dikonsultasikan langsung dengan Dokter Gigi langganan anda, setelah dilakukan pemeriksaan klinis pada rongga mulut anda.

Sebagai contoh, jika anda memiliki kasus gusi berdarah, setelah mendapatkan perawatan gusi dari Dokter Gigi dapat dilanjutkan menggunakan pasta gigi yang mengandung vitamin dan nutrisi yang mampu menjaga kesehatan gusi. Jika kita memiliki riwayat alergi terhadap rasa mint, berarti pasta gigi yang mengandung agen perasa mint harus dihindarkan. Jika anda memiliki riwayat gigi sensitif, maka pasta gigi dengan kandungan potassium citrate yang harus anda pilih.

Biasanya tidak ada satu merk pasta gigi yang memiliki seluruh kandungan-kandungan yang diperlukan pasien. Oleh karena itu, jika satu masalah di dalam rongga mulut anda selesai, ada perlunya mengganti merk pasta gigi yang anda gunakan supaya tidak menjadi resistensi. 

Namun, hal yang terpenting dalam menyikat gigi adalah teknik penyikatan yang digunakan, serta frekuensi menyikat gigi. Sebab akan sia-sia jika anda sudah menggunakan pasta gigi yang tepat, namun teknik dan frekuensinya masih kurang tepat.


health kompas.com

Friday, May 31, 2013

Tips menghilangkan bekas lem stiker

Tips menghilangkan bekas lem stiker yang sangat simpel ini mungkin sudah banyak yang tahu, tapi mungkin juga ada sebagian orang yang belum mengetahuinya. Nah, tips berikut semoga bermanfaat bagi anda. 
Bahan dan alat: Siapkan kain yang lembut 
                          Siapkan minyak kayu putih 
 Cara Membersihkan:
 - Bersihkan debu dari permukaan yang akan dibersihkan dengan menggunakan kain lap 
- Teteskan minyak kayu putih pada permukaan tersebut 
- Ratakan minyak kayu putih menggunakan jari (sampai benar - benar rata) 
- Biarkan selama 2-3 menit 
- Teteskan minyak kayu putih pada permukaan kain yang bertekstur lembut 
- Mulai bersihkan dengan gerakan memutar dan perlahan 
- Ulangi hingga beberapa kali sampai bekas lem stiker benar 
- benar hilang dari permukaan yang di bersihkan tersebut - CLIIIIIING . . . . . . bekas lem stiker hilang tanpa meninggalkan goresan. Read more: http://www.obatherbalalami.com/2011/11/tips-menghilangkan-bekas-lem-stiker.html#ixzz1fOUuzfUz

15 DOSA DI KEPALA WANITA


1. Tidak berhijab (menutup aurat).

Allah berfirman, yang artinya: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59).

Allah Ta’ala juga berfirman, yang artinya: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” (QS. An Nuur: 24).

2. Menyambung rambut / memakai konde.

Dari Asma’ binti Abi Bakr, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, “Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung” (HR Bukhari no 5591 dan Muslim no 2122).

3. Mewarnai / menyemir rambut dengan warna hitam.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” (HR. Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam shahihnya, dan Al Hakim. Al Hakim mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).

4. Mencabut uban.

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” (HR. Abu Daud dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shagir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

5. Memakai bulu mata palsu.

Fatwa: "...Menurut hemat saya, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata pun tidak boleh. Juga tidak boleh memasang bulu mata palsu karena alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Selayaknya seorang wanita muslimah menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah..." (Disampaikan dan didiktekan oleh Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman al-Jibrin. Sumber : Fatwa-Fatwa Terkini jilid 3, hal.80-81 cet, Darul Haq, Jakarta.)

6. Bertabarruj.

Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya: “Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu” [al-Ahzaab:33].

7. Merenggangkan / mengikir gigi.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit. (HR. Ahmad 3945 dan sanadnya dinilai kuat oleh Syuaib Al-Arnaut).

Dari ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, “Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah. (HR. Bukhari 4886).

8. Membuat tatto.

Lihat point ke-7.

9. Memakai jilbab gaul / tidak memenuhi syarat hijab.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahkan telah memperingatkan kita dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 2128) dan Ahmad (no. 8673).

10. Memakai rambut palsu.

Memakai wig/rambut palsu hukumnya haram, karena termasuk al-washl yaitu menyambung rambut yang diharamkan. (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah). Seandainya tidak dianggap al-washl, maka wig itu menampakkan rambut si wanita lebih panjang daripada yang sebenarnya sehingga menyerupai al-washl. Padahal wanita yang melakukannya dilaknat sebagaimana disebutkan oleh hadits: “Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambungkan rambutnya.” (HR. al-Bukhari no. 5941, 5926 dan Muslim no. 5530). (Fatwa asy-Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah).
Perbuatan al-washl ini diharamkan, sama saja apakah si wanita melakukannya dengan izin suami atau tidak, karena perbuatan haram tidak terkait dengan izin dan ridha.

11. Mencukur rambut menyerupai laki-laki atau wanita kafir.

a. Potongan yang menyerupai potongan laki-laki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria. Sebagaimana disebutkan dalam hadis, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” (H.r. Bukhari)

b. Potongan yang menyerupai potongan khas wanita kafir, maka hukumnya juga haram, karena tidak boleh menyerupai orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (H.r. Abu Daud, dan dishahihkan al-Albani)(Sumber: http://www.youtube.com/watch?v=ulgi9xGoDuQ. Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Deman Pembina Konsultasi Syariah)

12. Mencukur / mencabut bulu alis.

Lihat point ke-7.

13. Memakai lensa kontak berwarna untuk tabarruj.

Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata: "...lensa kontak berwana untuk perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk berhias bagi suaminya maka tidak mengapa. Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya tidak menimbulkan fitnah. Dipersyaratkan juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan alergi pada mata, pent) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur menyia-nyiakan harta (israaf) karena Allah melarangnya." [Sumber: http://islamqa.info/ar/ref/926]

14. Operasi plastik untuk kecantikan.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya, “Bagaimana hukum melaksanakan operasi kecantikan dan hukum mempelajari ilmu kecantikan?”

Jawaban beliau,”Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam. Pertama, operasi kecantikan untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh dilakukan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan izin kepada seorang lelaki–yang terpotong hidungnya dalam peperangan–untuk membuat hidung palsu dari emas. Kedua, operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan, karena dalam sebuah hadis (disebutkan), ‘Rasulullah melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan orang yang minta dibuatkan tato.’ (H.R. Bukhari). (Fatawa Al-Mar’ah Al-Muslimah, hlm. 478–479). Sumber: Majalah As-Sunnah, edisi 5, tahun IX, 1426 H/2005 M.

15. Memakai kawat gigi untuk kecantikan / tabarruj.

Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya, “Apa hukumnya memperbaiki gigi?” Syaikh menjawab, “Memperbaiki gigi ini dibagi menjadi dua kategori:

Pertama, jika tujuannya supaya bertambah cantik atu indah, maka ini hukumnya haram. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar terlihat lebih indah yang merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita membutuhkan hal yang demikian untuk estetika (keindahan), dengan demikian seorang laki-laki lebih layak dilarang daripada wanita.

Kedua, jika seseorang memperbaikinya karena ada cacat, tidak mengapa ia melakukannya. Sebagian orang ada suatu cacat pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain. Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini dimaklumi untuk membenarkannya. Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat bukan termasuk menambah kecantikan. Dasar argumentasinya (dalil), Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang laki-laki yang hidungnya terpotong agar menggantinya dengan hidung palsu dari emas, yang demikian ini termasuk menghilangkan cacat bukan dimaksudkan untuk mempercantik diri.” Allahu a’lam. (Dijawab oleh Tim Redaksi Konsultasi Syariah).
copas fb pecinta busana muslim

Tuesday, May 28, 2013

Tips sehat


1. minyak cengkih bs digunakan untuk mengobati skt gigi/      gigi berlubang,krn mengandung zat eugenol yang bisa membunuh rasa sakit sekaligus bakteri dan jamur secara alami."Teteskan minyak cengkeh dan minyak zaitun ke bola kapas pd gigi yg skt.
2. Bernyanyi atau mengunyah permen karet bisa mengurangi rasa panik yang tiba-tiba menyerang. Dengan mengalihkan ke hal-hal yang membuat nyaman gejala panik bisa berkurang."
3. Menangis bisa menurunkan level depresi dan mengangkat kembali mood seseorang. Air mata dari menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata."
4.  ikan dalam menu makanan sehari-hari bisa mencegah kepikunan dimasa tua. Ikan mampu melindungi otak karena mengandung asam lemak omega 3 yang banyak ditemukan pada minyak ikan seperti salmon, tuna atau mackerel."
5. Tariklah napas untuk melawan rasa pening atau ketika Anda merasa tidak nyaman. Bebaskan diri Anda dari rasa tertekan dan keluarkan bersama-sama dengan napas yang Anda buang."
6.Banyaklah bergerak untuk menghambat proses penuaan. Banyak aktivitas fisik membuat DNA telomeres lebih lama memendek karena semakin cepat telomeres memendek akan semakin cepat proses penuaan yang terjadi
7."Kurangi sodium yang banyak terdapat pada makanan asin dan makanan kaleng jika ingin memulai mengurangi berat badan. Sodium bersifat mengikat air dalam tubuh dan membuat perut terlihat lebih bergelambir 
8."Rajin minum susu coklat secara teratur ternyata bisa mengurangi peradangan penyakit atherosclerosis yakni plak yang menempel pembuluh darah yang memicu sakit jantung." 
9. "Ibu hamil disarankan mengonsumsi ikan salmon, sarden, ikan kembung dan ikan air tawar karena kandungan merkurinya rendah dan hindari ikan todak, king mackerel, tilefish dan ikan kakap karena kadar merkurinya tinggi."
10.Menyalakan lilin dari bahan parafin dalam ruangan   tertutup bisa menjadi sumber polusi udara karena menghasilkan zat karsinogenesis."

Saturday, May 18, 2013

3 KAFARAT, 3 DERAJAT, 3 PENYELAMAT dan 3 MUHLIKAT


Anas bin Malik ra menuturkan, bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, “Ada tiga kafarat, tiga derajat, tiga penyelamat dan tiga muhlikat.

3 KAFARAT (penebus dosa) adalah:
-menyempurnakan wudhu pada saat cuaca amat dingin
-menunggu waktu-waktu shalat
-dan melangkahkan kaki ke masjid untuk shalat berjamaah.

3 DERAJAT adalah:
-memberi makan (orang lemah dan lapar),
-menebarkan salam
-dan mendirikan shalat malam saat kebanyakan manusia tidur terlelap.

3 PENYELAMAT (munjiyat) adalah:
-berlaku adil dalam keadaan marah ataupun ridha,
-bersikap wajar dalam keadaan kaya ataupun fakir
-serta takut kepada Allah SWT dalam keadaan sepi maupun ramai.

3 MUHLIKAT (penghancur) adalah:
-sifat kikir yang ditaati,
-hawa nafsu yang diikuti
-dan takjub terhadap diri sendiri

(Al-Bazzar, Musnad al-Bazzar, II/290)


fb.is

Friday, February 15, 2013

Hayatilah "Doa Duduk Antara Dua Sujud"



"Rabbighfirli" - Tuhanku, ampuni aku
"Warhamni" - sayangi aku
"Wajburnii" - tutuplah aib-aibku
... "Warfa'nii" - angkatlah derajatku
"Warzuqnii" - berilah aku rezeki
"Wahdinii" - berilah aku petunjuk
"Wa'Aafinii" - sehatkan aku
"Wa'fuannii' - maafkan aku

Tuesday, January 15, 2013

Doa selalu dalam KEIMANAN & KETAATAN kpd ALLAH

Asslaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu. Semoga kalian tetap selalu ingat & taat pd ALLAH, & untuk kalian pria mu'min siapkan diri untuk berjamaah subuh di mesjid. InsyaAllah turun hujan lebat subuh ini menjadi rahmat Allah karena istiqomahnya kalian berjamaah di mesjid. Sungguh tdk ada kebahagiaan selain hidup dalam taat (QS Yunus 62-63). Sahabat Rasulullah, Muadz bin Jabal bertanya, "Ya Rasulullah, doa apa yg harus kubaca yg membuat hatiku selalu dalam KEIMANAN & KETAATAN kpd ALLAH. Rasulullah mengajarkan doa itu, "Robby ainny alaa dzikrika wa syukrika wa husni ibaadatika", "Ya Robbku, tolong hamba agar selalu INGAT pdMu, selalu BERSYUKUR atas nikmatMu, & selalu BERIBADAH TERBAIK pdMu...aamiin". Imam Ghozali menyebutnya hamba yg selalu berZIKIR, berSYUKUR & berIBADAH KHUSYU', "halaawaturruuhiyyah" hamba itu tenggelam dalam kelezatan spiritual yg sangat membahagiakannya, itulah kekayaan sejati yg dicari para pencari kesenangan, & sungguh ia berada pd puncak RAHMAT ALLAH. Hafalkan doa ini, baca dalam setiap doa, setiap selesai sholat fardu & dipenghujung malam. "Allahumma ya Allah mudahkan kami menghafal doa ini & menjaganya...aamiin.".

... EMPAT TANDA SHALAT KITA DITERIMA ALLAH ...


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Dalam Hadis Qudsi disebutkan mengenai orang2 yg diterima sholatnya oleh Allah Swt,

"Sesungguhnya Aku (Allah SWT) hanya akan menerima sholat dari orang yg dengan sholatnya itu dia merendahkan diri di hadapan-Ku.

Dia tidak sombong dengan makhluk-Ku yg lain. Dia tidak mengulangi maksiat kepada-Ku. Dia menyayangi orang2 miskin dan orang2 yag menderita.

Aku akan tutup sholat orang itu dengan kebesaran-Ku. Aku akan menyuruh malaikat untuk menjaganya. Dan kalau dia berdoa kepada-Ku, Aku akan memperkenankannya. Perumpamaan dia dengan makhluk-Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga."

Dalam hadis qudsi tersebut disebutkan bahwa tanda-tanda orang yang diterima sholatnya oleh Allah Swt., adalah:

PERTAMA ..

Dia datang untuk melaksanakan sholat dengan merendahkan diri kepada-Nya. Dalam Al-Quran, keadaan seperti itu disebut dengan khusyu'. Dan sholat yang khusyu' adalah salah satu tanda orang yang mukmin. Yang disebut dengan sholat yang khusyu' itu bukan yang tidak ingat apa pun. Karena orang yang tidak ingat apa pun itu disebut pingsan.

Diriwayatkan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib, apabila hendak melakukan sholat, tubuhnya gemetar dan wajahnya pucat pasi. Sehingga ketika ada orang yg bertanya kepadanya, "Mengapa Anda ya Amirul Mukiminin?" Sayyidina Ali menjawab, "Engkau tidak tahu bahwa sebentar lagi aku akan menghadapi waktu amanah." Kemudian, Sayyidina Ali membacakan sebuah ayat Al-Quran,

"Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung2, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh" (QS 33: 72).

Kemudian Sayyidina Ali melanjutkan ucapannya, "sholat adalah suatu amanat Allah yang pernah ditawarkan kepada langit, bumi, dan bukit untuk memikulnya. Tetapi, mereka menolaknya dan hanya manusia yang sanggup memikulnya. Memikul amanat berarti mengabdi kepadaNya."

KEDUA ..

Dia tidak sombong dengan makhluk-Ku yang lain. Jadi, tanda orang yang diterima sholatnya ialah tidak takabur. Takabur, menurut Imam Al-Ghazali, ialah sifat orang yang merasa dirinya lebih besar daripada orang lain. Kemudian ia memandang enteng orang lain itu. Boleh jadi ia bersikap demikian dikarenakan ilmu, amal, keturunan, kekayaan, anak buah, atau kecantikannya.

Kalau Anda merasa besar karena memiliki hal-hal itu dan memandang enteng orang lain, maka Anda sudah takabur. Dan sholat Anda tidak diterima. Bahkan dalam hadis lain disebutkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda,

"Takkan masuk surga seseorang yg dalam hatinya ada rasa takabur walaupun sebesar debu saja."

Biasanya masyarakat akan menjadi rusak kalau di tengah2 masyarakat itu ada orang yg takabur. Kemudian takabur itu ditampakkan untuk memperoleh perlakuan yg istimewa. Dan anehnya, seringkali sifat takabur ini menghinggapi para aktivis masjid atau aktivis kegiatan keagamaan. Mereka biasanya takabur dengai ilmunya dan menganggap dirinya paling benar.

KETIGA ..

Tanda orang yang diterima sholatnya ialah orang yg tidak mengulangi maksiatnya kepada Allah Swt. Nabi yang mulia bersabda, "Barangsiapa yang sholatnya tidak rnencegahnya dari kejelekan dan kemungkaran, maka sholatnya hanya akan menjauhkan dirinya dari Allah Swt." Dalam hadis yang lain, Rasulullah Saw. bersabda,

"Nanti, pada Hari Kiamat, ada orang yang membawa sholatnya di hadapan Allah Swt. Kemudian sholatnya diterima dan dilipat-lipat seperti dilipat-lipatnya pakaian yang kotor dan usang. Lalu sholat itu dibantingkan ke wajahnya."

Allah tidak menerima sholat itu karena sholatnya tidal dapat mencegah perbuatan maksiatnya setelah ia melakukan maksiat tersebut. Bukankah Al-Quran telah mengatakan, "...Sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar..." (QS 29:45).

KEEMPAT ...

Orang yg diterima sholatnya ialah orang yang menyayangi orang2 miskin. Kalau diterjemahkan dengan kalimat modern, hal ini berarti orang yg mempunyai solidaritas sosial. Dia bukan hanya melakukan rukuk dan sujud saja, tetapi dia juga memikirkan penderitaan sesamanya. Dia menyisihkan sebagian waktu dan rezekinya untuk membahagiakan orang lain.

Kalau dalam sholat Anda, Anda sudah merasakan kebesaran Allah dan tidak takabur; dan kalau Anda sudah tidak mengulangi perbuatan maksiat sesudah sholat; dan kalau Anda sudah mempunyai perhatian yang besar terhadap kesejahteraan orang lain, maka Allah akan melindungi Anda dengan jubah kebesaran-Nya.

Allah akan memberi kepada Anda kemuliaan dengan kemuliaan-Nya, dan membungkus Anda dengan busana kebesaran-Nya. samping itu, Allah akan menyuruh para malaikat untuk menjaga Anda; dan para malaikat itu akan berkata sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran,

"Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Didalamnya kamu akan memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu" (QS 41: 31)

Wallahua’lam bish Shawwab ....

Sunday, January 13, 2013

7 KALIMAT


Tujuh kalimat yang harus dibiasakan oleh seorang hamba Allah.

1. بِــــــــــسْمِ الَّلهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـم
Bismillahirrohmanirrohiim...
Setiap hendak melakukan sesuatu.

2. اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْـعَالَمِيْـن
Alhamdulillahirobbil'alamiin...
... Setiap habis melakukan sesuatu.

3. اَسْتَغْفِرُاللَهَ الْعَظِيْمِ
Astagfirullahal'adziim...
Jika melakukan sesuatu yang buruk.

4. اِنْشَاءَ اللَّه
Insyaa'allah...
Jika ingin melakukan sesuatu pada masa yang akan datang.

5. لاَحَوْلَ وَلاَقُوَّةَاِلاَّبِاللَّه
Laahawlawalaaquwwataillabiillah...
Bila tidak bisa melakukan sesuatu yang agak berat/melihat hal yang buruk.

6. اِنَّالِلَه وَاِنَّااِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Innalillahiwaainnaailayhirooji'un...
Jika melihat/menghadapi musibah.

7. لاَاِلَهَ اِلاَّاللَه مُحَمَّدَالرَّسُوْلُ اللَه
Laailahailaallah muhammadarrosuw­lullah...
Bacalah siang dan malam sebanyak-banyaknya.

SEORANG WANITA SHALEHA ITU..


Bismillaahir-Raahmanir-Rahiim...
Seorang wanita shaleha itu...
Takan meninggalkan kewajibannya kepada Allah hanya karena kesibukan atau karena kesenangannya yang menyita waktu

Seorang wanita shaleha itu...
Takan rela memperlihatkan auratnya atau lekak lekuk tubuhnya kecuali pada muhrimnya

Seorang wanita shaleha itu...
... Takan membuat berbagai alasan untuk tidak taat pada suaminya kecuali ridho dalam ketaatan padanya selama itu adalah kebaikan didalamnya

Seorang wanita shaleha itu...
Takan menghalalkan pergaulannya, kecuali senantiasa menjaga dirinya dari keharaman yang dilarang oleh Allah kepadanya

Seorang wanita shaleha itu...
Takan banyak menuntut banyaknya mahar pada calon suaminya, kecuali menyerahkan sesuai kemampuan calon suaminya

Seorang wanita shaleha itu...
Takan berkeluh kesah dengan rizki yang sedikit tapi senantiasa mensyukurinya

Seorang wanita shaleha itu...
Takan berlarut-larut dalam kedukaannya atas ujian yang menimpanya, kecuali ridho atas apa yang telah ditentukanNya

Seorang wanita shaleha itu...
Takan menjadi kecewa atas apa yang diraihnya jika tidak sesuai dengan keinginannya, kecuali senantiasa bertawakal padaNya

Seorang wanita shaleha itu...
Takan membiarkan hatinya terkotori oleh noda yang mengeraskan hatinya, tapi senantiasa berusaha membersihkannya dan menjaganya dengan dzikir dan istighfar kepadaNya

Seorang wanita shaleha itu...
Takan membiarkan hatinya dipenuhi dengan kecintaan pada MakhlukNya kecuali menempatkan Allah sebagai kecintaan yang utama, dan kecintaan pada makhlukNya hanya karenaNya

Dan Seorang wanita shaleha itu...
Takan membiarkan dirinya jatuh dalam kebodohan kecuali senantiasa mempersiapkan dirinya dengan ilmu dan imannya untuk membangun hidup dan membangun keluarganya.

Dan Seorang wanita shaleha itu...
Takan pernah bisa kita raih kecuali ada usaha serta RahmatNya agar bisa menjadi shaleha didalamnya.
Insya Allah ..

Barakallahufikum ....

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat
fbmutiaraairmatamuslimah

Wednesday, January 2, 2013

Bahaya microwave

Pada jaman yang serba modern saat ini, keberadaan oven microwave semakin mudah ditemui di rumah-rumah, apalagi harga microwave sudah terjangkau. Memasak memakai oven microwave menjadi pilihan karena gampang digunakan dan hemat energi.
  
Namun, banyak yang tidak menyadari bahaya yang dapat ditimbulkan oleh oven microwave bagi kesehatan Anda. Artikel ini akan mencoba menjelaskan bahaya memasak makanan dengan oven microwave. 

Gelombang mikro (microwave) adalah energi elektromagnetik yang bergerak dalam kecepatan cahaya. Magnetron dalam oven microwave menghasilkan energi gelombang. Energi gelombang ini mengubah polaritas molekul dari positif ke negatif. Polaritas ini berubah jutaan kali setiap detik di dalam microwave. Oven microwave merensonansi molekul makanan dan membuat molekul terpolarisasi ini untuk beresonansi mengikuti frekuensi gelombang elektromangnetik jutaan kali setiap detik. Gesekan ini memanas makanan dan juga menyebabkan 'isomer struktural', yaitu, kerusakan struktur dari molekul makanan.

Oven microwave secara signifikan mengurangi nilai gizi makanan 60 sampai 90% dari tingkat normal. Seperti, vitamin B 12 yang diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan membangun sistem saraf, Vitamin C, Vitamin E, dan mineral penting. Kandungan flavonoid dari makanan berkurang hingga 97%. Flavonoid merupakan anti kanker. Kandungan glukosida, nitrilosides, alkaloid pada sayuran juga rusak.

Memanaskan ASI (Air Susu Ibu) dalam microwave dapat menghancurkan enzim yang membantu mencerna makanan, menyerap nutrisi dan melindungi bayi dari patogen. Susu formula untuk bayi juga kehilangan sebagian vitaminnya ketika dipanaskan menggunakan microwave. Asam-asam amino pada susu formula akan dikonversi ke isomer sintetis yang tidak aktif secara biologis. Asam amino seperti L-prolin dikonversi menjadi d-isomer, yang ditemukan berbahaya bagi sistem saraf dan ginjal.

Edisi ke-19 dari Journal Franz Weber memuat sebuah artikel yang menyatakan bahwa memasak makanan menggunakan microwave memiliki efek kanker pada darah. Penelitian yang telah dilakukan pada makanan yang telah dicairkan, dimasak dan dipanaskan dalam microwave, menunjukkan bahwa banyak molekul makanan berubah menjadi karsinogen. Glukosida dan galaktosida yang terdapat dalam makanan beku dikonversi menjadi zat karsinogenik. Alkaloid dalam sayuran diubah menjadi karsinogen. Asam amino yang terdapat dalam susu dan sereal yang dipanaskan dalam microwave juga berubah menjadi karsinogen. Karsinogen adalah zat-zat yang dapat memicu dan menyebabkan kanker.

Rusia mendeteksi penyakit microwave telah mempengaruhi ribuan pekerja yang terpapar gelombang dari microwave pada tahun 1950. Studi-studi ilmiah oleh Jerman, Swiss dan Rusia telah membuktikan bahaya dari oven microwave.

Senyawa dalam wadah plastik dan pembungkus plastik meresap ke dalam makanan yang dimasak dalam oven microwave dapat menyebabkan kanker. Bisphenol A adalah kimia beracun yang terdapat dalam botol plastik dapat meresap ke dalam makanan dan menyebabkan kanker, pubertas dini, obesitas dan diabetes.

Radiasi microwave dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh manusia dan memakan makanan yang dimasak dengan microwave secara teratur dapat menyebabkan hilangnya memori, masalah emosional dan penurunan IQ. Makanan yang dimasak dengan microwave juga dapat menyebabkan penurunan produksi hormon. Penggunaan oven microwave telah dilarang di Rusia pada tahun 1976. Daripada menggunakan microwave, Anda dapat menggunakan oven konvensional untuk menghangatkan dan memasak makanan


Read more: http://factsandhealth.blogspot.com/2012/08/bahaya-memasak-makanan-dengan-microwave.html#ixzz2GqZj9Ehn

Tuesday, December 4, 2012

... Ini 7 Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir ...


Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ... Amal Jariyah adalah sebutan bagi amalan yang terus mengalir pahalanya, walaupun orang yang melakukan amalan tersebut sudah wafat. Amalan tersebut terus memproduksi pahala yang terus mengalir kepadanya.

Hadis tentang amal jariyah yang populer dari Abu Hurairah menerangkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Apabila anak Adam (manusia) wafat, maka terputuslah semua (pahala) amal perbuatannya kecuali tiga macam perbuatan, yaitu sedekah jariah, ilmu yang berman faat, dan anak saleh yang mendoakannya" (HR. Muslim).

Selain dari ketiga jenis perbuatan di atas, ada lagi beberapa macam perbuatan yang tergolong dalam amal jariah.

Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya diantara amal kebaikan yang mendatangkan pahala setelah orang yang melakukannya wafat ialah ilmu yang disebar luaskannya, anak saleh yang ditinggalkannya, mushaf (kitab-kitab keagamaan) yang diwariskannya, masjid yang dibangunnya, rumah yang dibangunnya untuk penginapan orang yang sedang dalam perjalanan. sungai yang dialirkannya untuk kepentingan orang banyak, dan harta yang disedekahkannya” (HR. Ibnu Majah).

Di dalam hadis ini disebut tujuh macam amal yang tergolong amal jariah sebagai berikut.

1. Menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal, seperti diskusi, ceramah, dakwah, dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah me nulis buku yang berguna dan mempublikasikannya.

2. Mendidik anak menjadi anak yang saleh. Anak yang saleh akan selalu berbuat kebaikan di dunia. Menurut keterangan hadis ini, kebaikan yang dipeibuat oleh anak saleh pahalanya sampai kepada orang tua yang mendidiknya yang telah wafat tanpa mengurangi nilai/pahala yang diterima oleh anak tadi.

3. Mewariskan mushaf (buku agama) kepada orang-orang yang dapat memanfaatkannya untuk kebaikan diri dan masyarakatnya.

4. Membangun masjid. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa yang membangun sebuah masjid karena Allah walau sekecil apa pun, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Orang yang membangun masjid tersebut akan menerima pahala seperti pahala orang yang beribadah di mas jid itu.

5. Membangun rumah atau pondokan bagi orang-orang yang bepergian untuk kebaikan. Setiap orang yang memanfaatkannya, baik untuk istirahat sebentar maupun untuk bermalam dan kegunaan lain yang bukan untuk maksiat, akan mengalirkan pahala kepada orang yang membangunnya.

6. Mengalirkan air secara baik dan bersih ke tampat-tempat orang yang membutuhkannya atau menggali sumur di tempat yang sering dilalui atau didiami orang banyak. Setelah orang yang mengalirkan air itu wafat dan air itu tetap mengalir serta terpelihara dari kecemaran dan dimanfaatkan orang yang hidup maka ia mendapat pahala yang terus mengalir.

Semakin banyak orang yang memanfaat­kannya semakin banyak ia menerima pahala di akhirat. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa membangun sebuah sumur lalu diminum oleh jin atau burung yang kehausan, maka Allah akan mem berinya pahala kelak di hari kiamat.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Majah).

7. Menyedekahkan sebagian harta. Sedekah yang diberikan secara ikhlas akan mendatangkan pahala yang berlipat ganda.


#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#
... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik ..

(Mutiara air mata muslimah)

Wednesday, August 29, 2012

Tips Membuat Donat


1. Proses pengadukan dan fermentasi yang berlebihan atau kurang akan berakibat hasilnya kurang maksimal.
2. Ciri adonan yang kalis bentuknya lentur,lembut dan jika ditarik tidak putus dan tembus pandang.
3. Menambahkan mentega putih dalam minyak goring,dan meniriskanya diatas rak kawat berlapis kertas,akan membuat donat tidak terlalu berminyak.
4. Sesekali saringlah minyak penggorengan agar penampilan donat lebih bersih.
5. Agar bagian tengah tidak mentah ,pada saat awal menggoreng,gunakan temperature panas secara bertahap.
6. Sebelum donat dihias/diberi toping donat harus dalam keadaan dingin.

love


love is shiny when new
and burstingwith color
strengthening with time
it grows and then areday
become ever more beautiful
when then it began
i love what we have together




Every day...The same old life... the same old job...
Every day...
It's the same old story
Maybe it's time to Explore
Maybe it's time to Conquer
Maybe it's the time...
To leave the known behind...
To explore a New Territory





s

hope brings motivation
motivation brings strength
strength brings courage
courage brings the POWER
the POWER to work harder for the a better future.............

Tips Agar Tempe Mendoan Tidak Terlalu Berminyak

Rata-rata sifat tempe mendoan adalah menyerap banyak minyak, sehingga saat memegangnya menjadi lengket di tangan serta tidak nyaman di mulut dan gatal di tenggorokan. Untuk menyiasatinya, dalam adonan tepung gunakan campuran tepung terigu dan tepung beras dengan perbandingan 2:1 , yakni 2 kg tepung terigu, 1 kg teping beras. Pemakaian tepung beras menjadikan tekstur gorengan menjadi lebih garing. Pada saat menggoreng, panaskan minyak goreng ke dalam wajan yang besar, usahakan wajan tersebut bisa menampung minyak yang cukup banyak. Goreng mendoan yang telah dicelup dengan adonan tepung ke dalam minyak yang cukup panas, menggunakan api sedang, lalu angkat dalam keadaan setengah matang dengan ciri tempe mengapung dan berwarna kekuningan. Sumber : info kuliner

Tuesday, June 12, 2012

PEMBERSIH DOSA

K. H. Muhammad Arifin Ilham Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu, sahabatku tercinta ada hal sederhana yg mudah kita lakuakan stp selesai sholat, hanya butuh waktu 5 menit kurang lebih tetapi menjadi "mimsakhohthul dzunuubi" pembersih dosa2 kita, kecuali dosa besar wajib disertai TAUBAT, dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda, "Siapa yg membaca SUBHANALLAH tiap selesai sholat 33 kali, membaca ALHAMDULI...LLAH 33 kali, & membaca ALLAHU AKBAR 33 kali sehingga jumlah 99 Kali, kemudian ia menggenapkannya 100 kali dg membaca LA ILAAHA ILLALAAH WAHDAHU LA SYARIIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHULHAMDU YUHYI WA YUMIITU WA HUWA ALAA KULLI SYAIN QODIIR, maka segala kesalahannya akan diampuni meskipun "mitsla jabadil bahri" seperti buih dilautan banyaknya". (HR Muslim). SubhanAllah betapa besar RAHMAT CINTA KASIH SAYANG & MAGFIROH AMPUNAN ALLAH u kita semua, padahal baru sekali baca saat selesai sholat, bayangkan kalau dibaca stp selesai sholat, sebelum tidur, saat dijalan & stp kesempatan ALANGKAH BERSIH TERANGNYA HATI2 MU'MIN ITU, krn itu sahabatku berjanjilah stp selesai sholat tdk beranjak sebelum membacanya...INSYA ALLAH...aamiin.

Bertaubat dari Zina Mata Mengantarnya Ke Surga

June 12, 2012 Edukasi Muslimah Sesungguhnya, ia tak sengaja. Waktu itu ada misi yang harus dikerjakannya. Kesalahannya –kalau boleh dibilang begitu- hanya satu; ia tidak konsentrasi. Ia menoleh ke arah lain. Mengarahkan pandangannya ke rumah di kota itu; Madinah. Ia tengah menjalankan tugas dari Rasulullah SAW untuk suatu keperluan. Di tengah jalan, “bencana” datang menyapanya. Sewaktu melayangkan pandang ke salah satu rumah yang tidak tertutup pintunya, terlihatlah olehnya wanita yang sedang mandi. Mungkin hanya dalam hitungan detik, bukan menit. Wajahnya mendadak pucat, tubuhnya gemetar ketakutan. Ia segera berlari melewati rumah demi rumah, kampung demi kampung, hingga keluar Madinah. Ia tiba di sebuah padang pasir yang sepi. Di sana ia menangis sejadi-jadinya. Menyesali apa yang telah dilihatnya. Dengan derai air mata dan suara yang tersisa ia memohon ampunan Rabbnya. Rasulullah kehilangan sahabat ini untuk satu hari. Beliau bertanya-tanya, tetapi sahabat yang lain tidak juga mengetahui keberadaannya. Hingga berlalulah empat puluh hari. Akhirnya malaikat datang mewahyukan di mana ia berada. Umar dan Salman ditugasi Sang Nabi untuk menjemputnya. Dengan susah payah Umar berhasil menemukannya. Ia memeluk sahabat itu penuh rindu. “Wahai Umar, tahukah Rasulullah SAW tentang dosaku”, tanyanya penuh kekhawatiran. “Aku tidak tahu permasalahan itu. Yang jelas, Rasulullah menugaskan kami untuk mencarimu.” “Wahai Umar, satu permohonanku padamu. Jangan kau bawa aku menghadap Rasulullah, kecuali ketika beliau sedang shalat.” Sesampainya di Madinah dan mendapati Rasulullah membaca Al-Qur’an dalam shalatnya, sahabat ini pingsan. Ia jatuh sakit hingga berhari-hari. Ketika Rasulullah tahu kondisinya dan menjenguk ke sana, ia masih saja khawatir akan dosanya. “Apa yang kau rasakan?” Rasulullah bertanya kepada sahabat yang kini telah berada dalam pangkuannya ini. “Seolah semut merayap di antara tulangku, dagingku dan kulitku”. “Apa yang kau inginkan?” tanya beliau lagi. “Ampunan Rabbku”, jawabnya penuh harap. Tak lama kemudian Jibril menyampaikan wahyu, “Wahai Muhammad, Rabbmu mengirimkan salam untukmu. Dia berfirman padamu, ‘Seandainya hambaKu ini datang padaKu dengan kesalahan yang memenuhi bumi, tentulah Aku akan menemuinya dengan ampunan sebanyak itu pula.” Ketika Rasulullah SAW memberitahu wahyu ini kepadanya, sahabat ini meninggal seketika. Namanya Tsa’labah. Tsa’labah. Ia mengajarkan kepada kita untuk bertaubat, bahkan dari kemaksiatan yang –oleh orang di zaman sekarang- tidak dianggap. Ia mengajarkan kepada kita untuk bertaubat, meskipun dari kesalahan yang sebenarnya tidak disengaja. Ah… memang begitulah orang-orang shalih itu selalu mempesona. Mereka memiliki ketakutan yang luar biasa kepada Tuhannya hingga senantiasa sensitif terhadap dosa. Dan dari sana ia bergerak cepat menuju keridhaan Rabbnya. Bertaubat, mengejar akhirat. Dunia seakan dicampakkan begitu saja. Dan pada akhirnya… itu membawa mereka ke surga. Beruntunglah Tsa’labah… dan orang-orang shalih yang mengambil jalan yang sama; taubatan nasuha. Ia tidak berapologik bahwa itu bukan kesalahannya; justru ia sangat cemas bahwa apa yang dilihatnya, meskipun tidak lama, sudah masuk pada tataran zina. “…Dua mata zinanya melihat, dua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya berbicara, tangan zinanya menyentuh,…” sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ini demikian menancap di jiwa, menggerakkannya untuk bertaubat saat itu juga. Beruntunglah mereka yang menyadari kesalahannya, atau bahkan merasa bersalah meskipun tidak sengaja, lalu menghampiri ampunan Allah dengan taubatnya. “Setiap bani Adam (pernah) berbuat salah,” sabda Rasulullah dalam kesempatan lain yang direkam oleh Imam Tirmidzi, “dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.” Mungkin ada orang-orang yang memandang orang Shalih seperti Tsa’labah dengan tatapan hina. Menjustifikasinya sebagai orang yang melakukan kesalahan besar. Mungkin disebabkan mereka tidak tahu, bahwa justru dari kesalahan itu ia memperoleh derajat mulia di sisi Rabbnya. Dari kacamata dunia mungkin “sejarah” Tsa’labah berakhir di sana; ia menyendiri, sakit, lalu mati. Namun dalam pandangan Allah, Rasul-Nya, kemudian kaum mukminin yang ditunjukkan Allah akan hakikatnya, Tsa’labah memperoleh keberuntungan luar biasa; ridha Allah dan surga-Nya. Ya Allah… jadikanlah kami hamba-hambaMu yang bertaubat, janganlah Engkau benamkan kami dalam golongan orang-orang yang mencari kesalahan saudara kami dan merasa lebih baik dari mereka yang telah menangisi kesalahannya, menyesali dosanya, dan bersimpuh pada-Mu dengan taubat nasuha… Ya Allah… jika hari ini kami masih dinilai mulia oleh manusia, itu hanya karena Engkau tidak membuka semua aib diri ini kepada mereka. Maka tutupilah aib kami yang telah terukir di masa lalu dengan ampunanmu… lindungilah kami dari aib baru dengan taqwa kepadaMu. Ya Allah… janganlah Engkau uji kami dengan ujian yang kami tidak sanggup memikulnya. Jangan biarkan hambaMu ini sendirian dalam menghadapi beratnya kehidupan dunia yang sering menyeret jiwa dalam lembah noda, memelesetkan kaki dalam jerembab dosa, atau membuat kami terpelanting dalam jurang nista… Ya Rabb… jika Engkau nampakkan kesalahan kami untuk memperbaiki kami, jadikanlah kami ridha menerimanya dengan segera bertaubat kepadaMu dan meningkatkan kualitas diri kami. Namun jika apa yang menimpa saudara-saudara kami seiman adalah tipu daya, sungguh… hanya kepada-Mu kami mengadukan kelemahan kami, kurangnya kekuatan kami, dan rapuhnya siasat kami berhadapan dengan manusia. Wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah Pelindung bagi orang lemah, dan Engkau jualah pelindung kami! Kepada siapakah kami hendak Engkau serahkan? Kepada orang-orang yang tidak menyukai kami, ataukah kepada musuh yang akan menguasai diri kami? Jika Engkau tidak murka kepada kami, maka itu semua tak kami hiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Kami berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akhirat, dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan kepada kami. Hanya Engkaulah yang berhak menegur dan mempersalahkan diri kami hingga Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apapun melainkan atas perkenan-Mu”. Alaahumma aamiin. [Muchlisin] Sumber : BeDa

Monday, May 28, 2012

TAHU BERFORMALIN

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK---Bila gemar menyantap tahu dan mi, harap waspada. Ini lantaran mi dan tahu berformalin masih kerap beredar di pasaran. Namun, jangan cemas dulu, ada cara untuk mengetahui mi dan tahu yang berformalin itu. Kepala Bidang Sertifikasi Layanan Informasi Konsumen BBPOM Pontianak, Yanuarti, memberikan tips dalam mengenali tahu atau mi yang masih menggunakan bahan pengawet formalin. Menurut dia, salah satu caranya adalah mi atau tahu berformalin kalau ditarik tidak mudah putus. Selain itu, bahan makanan tersebut bisa tahan lebih dari satu hari bahkan satu minggu. "Padahal tahu atau mi yang tidak mengandung bahan pengawet formalin hanya tahan satu hari dan apabila ditarik mudah putus," ujarnya.

Thursday, March 29, 2012

 3 cara membuat dunia ini "Al Jannah qoblal Jannah" bahagia sebelum Bahagaia sebenarnya di akhirat kelak,
-SUNGGUH SUNGGUH TAAT kepada ALLAH,
-HUSNOZHZHON BAIK SANGKA atas SEMUA TAKDIR
-MUHASABAH SIBUK TERUS MEMPERBAIKI DIRI...
K. H. Muhammad Arifin Ilham

Monday, March 19, 2012

Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis

 

29/1/2007 | 10 Muharram 1428 H | Hits: 59.435
Oleh: Mochamad Bugi

Kirim Print
dakwatuna.com – Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.
Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.
Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.
Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.
Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.
Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:
1. Jangan melihat ke belakang
Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.
Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.
Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.
2. Berpikir objektif
Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.
Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.
Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.
Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.
3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.
Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.
Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.
4. Sertakan sakralitas berumah tangga
Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.
Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.
Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/01/86/4-kunci-rumah-tangga-harmonis/#ixzz1pXHU6IQO

Saturday, March 10, 2012

10 Golongan yang Tidak Masuk Surga

1/3/2007 | 13 Safar 1428 H | Hits: 25.795
Oleh: Mochamad Bugi
Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.”
Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”
Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau tentang ayat ini: yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)
“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.
“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”
“Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”
“Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”
“Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.”
“Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”
“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)
Saudaraku, adakah kita di antara 10 daftar yang dipaparkan Rasulullah saw. di atas? Bertobatlah, agar selamat!



Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/03/118/10-golongan-yang-tidak-masuk-surga/#ixzz1ogSbOcCo