Translate

Wednesday, August 29, 2012

Tips Membuat Donat


1. Proses pengadukan dan fermentasi yang berlebihan atau kurang akan berakibat hasilnya kurang maksimal.
2. Ciri adonan yang kalis bentuknya lentur,lembut dan jika ditarik tidak putus dan tembus pandang.
3. Menambahkan mentega putih dalam minyak goring,dan meniriskanya diatas rak kawat berlapis kertas,akan membuat donat tidak terlalu berminyak.
4. Sesekali saringlah minyak penggorengan agar penampilan donat lebih bersih.
5. Agar bagian tengah tidak mentah ,pada saat awal menggoreng,gunakan temperature panas secara bertahap.
6. Sebelum donat dihias/diberi toping donat harus dalam keadaan dingin.

love


love is shiny when new
and burstingwith color
strengthening with time
it grows and then areday
become ever more beautiful
when then it began
i love what we have together




Every day...The same old life... the same old job...
Every day...
It's the same old story
Maybe it's time to Explore
Maybe it's time to Conquer
Maybe it's the time...
To leave the known behind...
To explore a New Territory





s

hope brings motivation
motivation brings strength
strength brings courage
courage brings the POWER
the POWER to work harder for the a better future.............

Tips Agar Tempe Mendoan Tidak Terlalu Berminyak

Rata-rata sifat tempe mendoan adalah menyerap banyak minyak, sehingga saat memegangnya menjadi lengket di tangan serta tidak nyaman di mulut dan gatal di tenggorokan. Untuk menyiasatinya, dalam adonan tepung gunakan campuran tepung terigu dan tepung beras dengan perbandingan 2:1 , yakni 2 kg tepung terigu, 1 kg teping beras. Pemakaian tepung beras menjadikan tekstur gorengan menjadi lebih garing. Pada saat menggoreng, panaskan minyak goreng ke dalam wajan yang besar, usahakan wajan tersebut bisa menampung minyak yang cukup banyak. Goreng mendoan yang telah dicelup dengan adonan tepung ke dalam minyak yang cukup panas, menggunakan api sedang, lalu angkat dalam keadaan setengah matang dengan ciri tempe mengapung dan berwarna kekuningan. Sumber : info kuliner

Tuesday, June 12, 2012

PEMBERSIH DOSA

K. H. Muhammad Arifin Ilham Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu, sahabatku tercinta ada hal sederhana yg mudah kita lakuakan stp selesai sholat, hanya butuh waktu 5 menit kurang lebih tetapi menjadi "mimsakhohthul dzunuubi" pembersih dosa2 kita, kecuali dosa besar wajib disertai TAUBAT, dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda, "Siapa yg membaca SUBHANALLAH tiap selesai sholat 33 kali, membaca ALHAMDULI...LLAH 33 kali, & membaca ALLAHU AKBAR 33 kali sehingga jumlah 99 Kali, kemudian ia menggenapkannya 100 kali dg membaca LA ILAAHA ILLALAAH WAHDAHU LA SYARIIKA LAHU LAHUL MULKU WA LAHULHAMDU YUHYI WA YUMIITU WA HUWA ALAA KULLI SYAIN QODIIR, maka segala kesalahannya akan diampuni meskipun "mitsla jabadil bahri" seperti buih dilautan banyaknya". (HR Muslim). SubhanAllah betapa besar RAHMAT CINTA KASIH SAYANG & MAGFIROH AMPUNAN ALLAH u kita semua, padahal baru sekali baca saat selesai sholat, bayangkan kalau dibaca stp selesai sholat, sebelum tidur, saat dijalan & stp kesempatan ALANGKAH BERSIH TERANGNYA HATI2 MU'MIN ITU, krn itu sahabatku berjanjilah stp selesai sholat tdk beranjak sebelum membacanya...INSYA ALLAH...aamiin.

Bertaubat dari Zina Mata Mengantarnya Ke Surga

June 12, 2012 Edukasi Muslimah Sesungguhnya, ia tak sengaja. Waktu itu ada misi yang harus dikerjakannya. Kesalahannya –kalau boleh dibilang begitu- hanya satu; ia tidak konsentrasi. Ia menoleh ke arah lain. Mengarahkan pandangannya ke rumah di kota itu; Madinah. Ia tengah menjalankan tugas dari Rasulullah SAW untuk suatu keperluan. Di tengah jalan, “bencana” datang menyapanya. Sewaktu melayangkan pandang ke salah satu rumah yang tidak tertutup pintunya, terlihatlah olehnya wanita yang sedang mandi. Mungkin hanya dalam hitungan detik, bukan menit. Wajahnya mendadak pucat, tubuhnya gemetar ketakutan. Ia segera berlari melewati rumah demi rumah, kampung demi kampung, hingga keluar Madinah. Ia tiba di sebuah padang pasir yang sepi. Di sana ia menangis sejadi-jadinya. Menyesali apa yang telah dilihatnya. Dengan derai air mata dan suara yang tersisa ia memohon ampunan Rabbnya. Rasulullah kehilangan sahabat ini untuk satu hari. Beliau bertanya-tanya, tetapi sahabat yang lain tidak juga mengetahui keberadaannya. Hingga berlalulah empat puluh hari. Akhirnya malaikat datang mewahyukan di mana ia berada. Umar dan Salman ditugasi Sang Nabi untuk menjemputnya. Dengan susah payah Umar berhasil menemukannya. Ia memeluk sahabat itu penuh rindu. “Wahai Umar, tahukah Rasulullah SAW tentang dosaku”, tanyanya penuh kekhawatiran. “Aku tidak tahu permasalahan itu. Yang jelas, Rasulullah menugaskan kami untuk mencarimu.” “Wahai Umar, satu permohonanku padamu. Jangan kau bawa aku menghadap Rasulullah, kecuali ketika beliau sedang shalat.” Sesampainya di Madinah dan mendapati Rasulullah membaca Al-Qur’an dalam shalatnya, sahabat ini pingsan. Ia jatuh sakit hingga berhari-hari. Ketika Rasulullah tahu kondisinya dan menjenguk ke sana, ia masih saja khawatir akan dosanya. “Apa yang kau rasakan?” Rasulullah bertanya kepada sahabat yang kini telah berada dalam pangkuannya ini. “Seolah semut merayap di antara tulangku, dagingku dan kulitku”. “Apa yang kau inginkan?” tanya beliau lagi. “Ampunan Rabbku”, jawabnya penuh harap. Tak lama kemudian Jibril menyampaikan wahyu, “Wahai Muhammad, Rabbmu mengirimkan salam untukmu. Dia berfirman padamu, ‘Seandainya hambaKu ini datang padaKu dengan kesalahan yang memenuhi bumi, tentulah Aku akan menemuinya dengan ampunan sebanyak itu pula.” Ketika Rasulullah SAW memberitahu wahyu ini kepadanya, sahabat ini meninggal seketika. Namanya Tsa’labah. Tsa’labah. Ia mengajarkan kepada kita untuk bertaubat, bahkan dari kemaksiatan yang –oleh orang di zaman sekarang- tidak dianggap. Ia mengajarkan kepada kita untuk bertaubat, meskipun dari kesalahan yang sebenarnya tidak disengaja. Ah… memang begitulah orang-orang shalih itu selalu mempesona. Mereka memiliki ketakutan yang luar biasa kepada Tuhannya hingga senantiasa sensitif terhadap dosa. Dan dari sana ia bergerak cepat menuju keridhaan Rabbnya. Bertaubat, mengejar akhirat. Dunia seakan dicampakkan begitu saja. Dan pada akhirnya… itu membawa mereka ke surga. Beruntunglah Tsa’labah… dan orang-orang shalih yang mengambil jalan yang sama; taubatan nasuha. Ia tidak berapologik bahwa itu bukan kesalahannya; justru ia sangat cemas bahwa apa yang dilihatnya, meskipun tidak lama, sudah masuk pada tataran zina. “…Dua mata zinanya melihat, dua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya berbicara, tangan zinanya menyentuh,…” sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ini demikian menancap di jiwa, menggerakkannya untuk bertaubat saat itu juga. Beruntunglah mereka yang menyadari kesalahannya, atau bahkan merasa bersalah meskipun tidak sengaja, lalu menghampiri ampunan Allah dengan taubatnya. “Setiap bani Adam (pernah) berbuat salah,” sabda Rasulullah dalam kesempatan lain yang direkam oleh Imam Tirmidzi, “dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang-orang yang bertaubat.” Mungkin ada orang-orang yang memandang orang Shalih seperti Tsa’labah dengan tatapan hina. Menjustifikasinya sebagai orang yang melakukan kesalahan besar. Mungkin disebabkan mereka tidak tahu, bahwa justru dari kesalahan itu ia memperoleh derajat mulia di sisi Rabbnya. Dari kacamata dunia mungkin “sejarah” Tsa’labah berakhir di sana; ia menyendiri, sakit, lalu mati. Namun dalam pandangan Allah, Rasul-Nya, kemudian kaum mukminin yang ditunjukkan Allah akan hakikatnya, Tsa’labah memperoleh keberuntungan luar biasa; ridha Allah dan surga-Nya. Ya Allah… jadikanlah kami hamba-hambaMu yang bertaubat, janganlah Engkau benamkan kami dalam golongan orang-orang yang mencari kesalahan saudara kami dan merasa lebih baik dari mereka yang telah menangisi kesalahannya, menyesali dosanya, dan bersimpuh pada-Mu dengan taubat nasuha… Ya Allah… jika hari ini kami masih dinilai mulia oleh manusia, itu hanya karena Engkau tidak membuka semua aib diri ini kepada mereka. Maka tutupilah aib kami yang telah terukir di masa lalu dengan ampunanmu… lindungilah kami dari aib baru dengan taqwa kepadaMu. Ya Allah… janganlah Engkau uji kami dengan ujian yang kami tidak sanggup memikulnya. Jangan biarkan hambaMu ini sendirian dalam menghadapi beratnya kehidupan dunia yang sering menyeret jiwa dalam lembah noda, memelesetkan kaki dalam jerembab dosa, atau membuat kami terpelanting dalam jurang nista… Ya Rabb… jika Engkau nampakkan kesalahan kami untuk memperbaiki kami, jadikanlah kami ridha menerimanya dengan segera bertaubat kepadaMu dan meningkatkan kualitas diri kami. Namun jika apa yang menimpa saudara-saudara kami seiman adalah tipu daya, sungguh… hanya kepada-Mu kami mengadukan kelemahan kami, kurangnya kekuatan kami, dan rapuhnya siasat kami berhadapan dengan manusia. Wahai Dzat yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Engkaulah Pelindung bagi orang lemah, dan Engkau jualah pelindung kami! Kepada siapakah kami hendak Engkau serahkan? Kepada orang-orang yang tidak menyukai kami, ataukah kepada musuh yang akan menguasai diri kami? Jika Engkau tidak murka kepada kami, maka itu semua tak kami hiraukan, karena sungguh besar nikmat yang telah Engkau limpahkan kepada kami. Kami berlindung pada sinar cahaya wajah-Mu, yang menerangi kegelapan dan mendatangkan kebajikan di dunia dan di akhirat, dari murka-Mu yang hendak Engkau turunkan kepada kami. Hanya Engkaulah yang berhak menegur dan mempersalahkan diri kami hingga Engkau berkenan. Sungguh tiada daya dan kekuatan apapun melainkan atas perkenan-Mu”. Alaahumma aamiin. [Muchlisin] Sumber : BeDa

Monday, May 28, 2012

TAHU BERFORMALIN

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK---Bila gemar menyantap tahu dan mi, harap waspada. Ini lantaran mi dan tahu berformalin masih kerap beredar di pasaran. Namun, jangan cemas dulu, ada cara untuk mengetahui mi dan tahu yang berformalin itu. Kepala Bidang Sertifikasi Layanan Informasi Konsumen BBPOM Pontianak, Yanuarti, memberikan tips dalam mengenali tahu atau mi yang masih menggunakan bahan pengawet formalin. Menurut dia, salah satu caranya adalah mi atau tahu berformalin kalau ditarik tidak mudah putus. Selain itu, bahan makanan tersebut bisa tahan lebih dari satu hari bahkan satu minggu. "Padahal tahu atau mi yang tidak mengandung bahan pengawet formalin hanya tahan satu hari dan apabila ditarik mudah putus," ujarnya.

Thursday, March 29, 2012

 3 cara membuat dunia ini "Al Jannah qoblal Jannah" bahagia sebelum Bahagaia sebenarnya di akhirat kelak,
-SUNGGUH SUNGGUH TAAT kepada ALLAH,
-HUSNOZHZHON BAIK SANGKA atas SEMUA TAKDIR
-MUHASABAH SIBUK TERUS MEMPERBAIKI DIRI...
K. H. Muhammad Arifin Ilham

Monday, March 19, 2012

Empat Kunci Rumah Tangga Harmonis

 

29/1/2007 | 10 Muharram 1428 H | Hits: 59.435
Oleh: Mochamad Bugi

Kirim Print
dakwatuna.com – Harmonis adalah perpaduan dari berbagai warna karakter yang membentuk kekuatan eksistensi sebuah benda. Perpaduan inilah yang membuat warna apa pun bisa cocok menjadi rangkaian yang indah dan serasi.
Warna hitam, misalnya, kalau berdiri sendiri akan menimbulkan kesan suram dan dingin. Jarang orang menyukai warna hitam secara berdiri sendiri. Tapi, jika berpadu dengan warna putih, akan memberikan corak tersendiri yang bisa menghilangkan kesan suram dan dingin tadi. Perpaduan hitam-putih jika ditata secara apik, akan menimbulkan kesan dinamis, gairah, dan hangat.
Seperti itulah seharusnya rumah tangga dikelola. Rumah tangga merupakan perpaduan antara berbagai warna karakter. Ada karakter pria, wanita, anak-anak, bahkan mertua. Dan tak ada satu pun manusia di dunia ini yang bisa menjamin bahwa semua karakter itu serba sempurna. Pasti ada kelebihan dan kekurangan.
Nah, di situlah letak keharmonisan. Tidak akan terbentuk irama yang indah tanpa adanya keharmonisan antara nada rendah dan tinggi. Tinggi rendah nada ternyata mampu melahirkan berjuta-juta lagu yang indah.
Dalam rumah tangga, segala kekurangan dan kelebihan saling berpadu. Kadang pihak suami yang bernada rendah, kadang isteri bernada tinggi. Di sinilah suami-isteri dituntut untuk menciptakan keharmonisan dengan mengisi kekosongan-kekosongan yang ada di antar mereka.
Ada empat hal yang mesti diperhatikan untuk menciptakan keharmonisan rumah tangga.keempatnya adalah:
1. Jangan melihat ke belakang
Jangan pernah mengungkit-ungkit alasan saat awal menikah. “Kenapa saya waktu itu mau nerima aja, ya? Kenapa nggak saya tolak?” Buang jauh-jauh lintasan pikiran ini.
Langkah itu sama sekali tidak akan menghasilkan perubahan. Justru, akan menyeret ketidakharmonisan yang bermula dari masalah sepele menjadi pelik dan kusut. Jika rasa penyesalan berlarut, tidak tertutup kemungkinan ketidakharmonisan berujung pada perceraian.
Karena itu, hadapilah kenyataan yang saat ini kita hadapi. Inilah masalah kita. Jangan lari dari masalah dengan melongkok ke belakang. Atau, na’udzubillah, membayangkan sosok lain di luar pasangan kita. Hal ini akan membuka pintu setan sehingga kian meracuni pikiran kita.
2. Berpikir objektif
Kadang, konflik bisa menyeret hal lain yang sebetulnya tidak terlibat. Ini terjadi karena konflik disikapi dengan emosional. Apalagi sudah melibatkan pihak ketiga yang mengetahui masalah internal rumah tangga tidak secara utuh.
Jadi, cobalah lokalisir masalah pada pagarnya. Lebih bagus lagi jika dalam memetakan masalah ini dilakukan dengan kerjasama dua belah pihak yang bersengketa. Tentu akan ada inti masalah yang perlu dibenahi.
Misalnya, masalah kurang penghasilan dari pihak suami. Jangan disikapi emosional sehingga menyeret masalah lain. Misalnya, suami yang tidak becus mencari duit atau suami dituduh sebagai pemalas. Kalau ini terjadi, reaksi balik pun terjadi. Suami akan berteriak bahwa si isteri bawel, materialistis, dan kurang pengertian.
Padahal kalau mau objektif, masalah kurang penghasilan bisa disiasati dengan kerjasama semua pihak dalam rumah tangga. Tidak tertutup kemungkinan, isteri pun ikut mencari penghasilan, bahkan bisa sekaligus melatih kemandirian anak-anak.
3. Lihat kelebihan pasangan, jangan sebaliknya
Untuk menumbuhkan rasa optimistis, lihatlah kelebihan pasangan kita. Jangan sebaliknya, mengungkit-ungkit kekurangan yang dimiliki. Imajinasi dari sebuah benda, bergantung pada bagaimana kita meletakkan sudut pandangnya.
Mungkin secara materi dan fisik, pasangan kita mempunyai banyak kekurangan. Rasanya sulit sekali mencari kelebihannya. Tapi, di sinilah uniknya berumah tangga. Bagaimana mungkin sebuah pasangan suami isteri yang tidak saling cinta bisa punya anak lebih dari satu.
Berarti, ada satu atau dua kelebihan yang kita sembunyikan dari pasangan kita. Paling tidak, niat ikhlas dia dalam mendampingi kita karena Allah sudah merupakan kelebihan yang tiada tara. Luar biasa nilainya di sisi Allah. Nah, dari situlah kita memandang. Sambil jalan, segala kekurangan pasangan kita itu dilengkapi dengan kelebihan yang kita miliki. Bukan malah menjatuhkan atau melemahkan semangat untuk berubah.
4. Sertakan sakralitas berumah tangga
Salah satu pijakan yang paling utama seorang rela berumah tangga adalah karena adanya ketaatan pada syariat Allah. Padahal, kalau menurut hitung-hitungan materi, berumah tangga itu melelahkan. Justru di situlah nilai pahala yang Allah janjikan.
Ketika masalah nyaris tidak menemui ujung pangkalnya, kembalikanlah itu kepada sang pemilik masalah, Allah swt. Pasangkan rasa baik sangka kepada Allah swt. Tataplah hikmah di balik masalah. Insya Allah, ada kebaikan dari semua masalah yang kita hadapi.
Lakukanlah pendekatan ubudiyah. Jangan bosan dengan doa. Bisa jadi, dengan taqarrub pada Allah, masalah yang berat bisa terlihat ringan. Dan secara otomatis, solusi akan terlihat di depan mata. Insya Allah!


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/01/86/4-kunci-rumah-tangga-harmonis/#ixzz1pXHU6IQO

Saturday, March 10, 2012

10 Golongan yang Tidak Masuk Surga

1/3/2007 | 13 Safar 1428 H | Hits: 25.795
Oleh: Mochamad Bugi
Ibnu Abas r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, “Ada sepuluh golongan dari umatku yang tidak akan masuk surga, kecuali bagi yang bertobat. Mereka itu adalah al-qalla’, al-jayyuf, al-qattat, ad-daibub, ad-dayyus, shahibul arthabah, shahibul qubah, al-’utul, az-zanim, dan al-’aq li walidaih.
Selanjutnya Rasulullah saw. ditanya, “Ya Rasulullah, siapakah al-qalla’ itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mondar-mandir kepada penguasa untuk memberikan laporan batil dan palsu.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-jayyuf itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka menggali kuburan untuk mencuri kain kafan dan sebagainya.”
Beliau ditanya lagi, “Siapakah al-qattat itu?” Beliau menjawab, “Orang yang suka mengadu domba.”
Beliau ditanya, “Siapakah ad-daibub itu?” Beliau menjawab, “Germo.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah ad-dayyus itu?” Beliau menjawab, “Dayyus adalah laki-laki yang tidak punya rasa cemburu terhadap istrinya, anak perempuannya, dan saudara perempuannya.”
Rasulullah saw. ditanya lagi, “Siapakah shahibul arthabah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang besar.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah shahibul qubah itu?” Beliau menjawab, “Penabuh gendang kecil.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah al-’utul itu?” Beliau menjawab, “Orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang meminta maaf atas dosa yang dilakukannya, dan tidak mau menerima alasan orang lain.”
Rasulullah saw. ditanya, “Siapakah az-zanim itu?” Beliau menjawab, “Orang yang dilahirkan dari hasil perzinaan yang suka duduk-duduk di tepi jalan guna menggunjing orang lain. Adapun al-’aq, kalian sudah tahu semua maksudnya (yakni orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya).”
Mu’adz bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, bagaimana pandangan engkau tentang ayat ini: yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala, lalu kalian datang berkelompok-kelompok?” (An-Naba’: 18)
“Wahai Mu’adz, engkau bertanya tentang sesuatu yang besar,” jawab Rasulullah saw. Kedua mata beliau yang mulia pun mencucurkan air mata. Beliau melanjutkan sabdanya.
“Ada sepuluh golongan dari umatku yang akan dikumpulkan pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan yang berbeda-beda. Allah memisahkan mereka dari jama’ah kaum muslimin dan akan menampakkan bentuk rupa mereka (sesuai dengan amaliyahnya di dunia). Di antara mereka ada yang berwujud kera; ada yang berwujud babi; ada yang berjalan berjungkir-balik dengan muka terseret-seret; ada yang buta kedua matanya, ada yang tuli, bisu, lagi tidak tahu apa-apa; ada yang memamah lidahnya sendiri yang menjulur sampai ke dada dan mengalir nanah dari mulutnya sehingga jama’ah kaum muslimin merasa amat jijik terhadapnya; ada yang tangan dan kakinya dalam keadaan terpotong; ada yang disalib di atas batangan besi panas; ada yang aroma tubuhnya lebih busuk daripada bangkai; dan ada yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih.”
“Mereka yang berwajah kera adalah orang-orang yang ketika di dunia suka mengadu domba di antara manusia. Yang berwujud babi adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan barang haram dan bekerja dengan cara yang haram, seperti cukai dan uang suap.”
“Yang berjalan jungkir-balik adalah mereka yang ketika di dunia gemar memakan riba. Yang buta adalah orang-orang yang ketika di dunia suka berbuat zhalim dalam memutuskan hukum. Yang tuli dan bisu adalah orang-orang yang ketika di dunia suka ujub (menyombongkan diri) dengan amalnya.”
“Yang memamah lidahnya adalah ulama dan pemberi fatwa yang ucapannya bertolak-belakang dengan amal perbuatannya. Yang terpotong tangan dan kakinya adalah orang-orang yang ketika di dunia suka menyakiti tetangganya.”
“Yang disalib di batangan besi panas adalah orang yang suka mengadukan orang lain kepada penguasa dengan pengaduan batil dan palsu. Yang tubuhnya berbau busuk melebihi bangkai adalah orang yang suka bersenang-senang dengan menuruti semua syahwat dan kemauan mereka tanpa mau menunaikan hak Allah yang ada pada harta mereka.”
“Adapun orang yang berselimutkan kain yang dicelup aspal mendidih adalah orang yang suka takabur dan membanggakan diri.” (HR. Qurthubi)
Saudaraku, adakah kita di antara 10 daftar yang dipaparkan Rasulullah saw. di atas? Bertobatlah, agar selamat!



Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/03/118/10-golongan-yang-tidak-masuk-surga/#ixzz1ogSbOcCo

Friday, February 17, 2012

perawatan dengan garam

Garam selain berfungsi sebagai bumbu dapur ternyata memiliki fungsi yang sangat baik bagi kecantikan.

Garam yang berasal dari laut memiliki kandungan mineral yang baik untuk perawatan kecantikan di antaranya kalsium, potasium, magnesium, sulfat, dan yodium.

Anda dapat melakukan beberapa perawatan sederhana dengan garam di rumah, asal garam yang Anda kenakan masih murni - tidak tercampur bahan dapur lainnya agar tidak memberikan alergi pada kulit tubuh atau wajah.

Mata Lelah
Larutkan 1/4 sendok teh garam dengan 1/2 liter air hangat, lalu basuhlah larutan air garam tadi pada mata yang lelah.

Sedangkan untuk menghilangkan kantung mata, larutkan 1 sendok teh garam dengan 1 liter air hangat dan celupkan kapas ke dalamnya. Letakkan kapas pada mata sambil berbaring selama beberapa menit.

Pembersih Wajah
Campur 1 sendok teh garam dan 1 sendok teh minyak zaitun di mangkuk kecil. Lalu gunakan campuran tadi sebagai pembersih dengan cara memijatnya lembut di area wajah dan leher. Bahan pembersih ini efektif mengangkat makeup dan kotoran tebal. Lanjutkan dengan sabun cuci muka, lalu bilas hingga bersih.

Mengangkat Kulit Kering Kaki
Rendam kaki dalam air hangat yang telah dibubuhi segenggam garam. Kemudian urut dan pijat kaki perlahan dengan sikat halus atau batu apung, agar kulit yang kering dapat terangkat. Diamkan selama 10 menit, lalu bilas dengan air dingin dan keringkan. Terakhir, gunakan lotion yang biasa Anda gunakan untuk menjaga kelembaban kulit.

Eksfoliator
Setelah mandi dan saat kulit masih basah, ambil segenggam garam dan gosokkan secara lembut dan perlahan ke seluruh kulit tubuh. Butiran garam tersebut akan meluruhkan sel kulit mati dan membuat kulit lebih halus.

Merawat Kulit Berminyak
Untuk mengurangi minyak pada wajah, isi botol spray kecil dengan air hangat dan tambahkan satu sendok teh garam. Semprotkan pada wajah, lalu keringkan dengan cara ditepuk-tepuk menggunakan handuk.

sumber:http://fashion-beauty.ghiboo.com/garam-senjata-rahasia-kecantikan

MAU DI BARISAN MANA KALIAN NANTI?

Pasonline 247
MAU DI BARISAN MANA KALIAN NANTI?

Suatu ketika, Muadz bin Jabal ra mengadap Rasulullah SAW dan bertanya: “Wahai Rasulullah, tolong jelaskan kepadaku mengenai firman Allah SWT: Pada sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris” (Surah an-Naba’:18)

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: “Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepada aku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sendiri….”

Maka dijelaskanlah oleh Rasulullah ke 12 barisan tersebut :-

BARISAN PERTAMA
Di iring dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dijelaskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang-orang yang sewaktu hidupnya menyakiti hati tetangganya, maka demikianlah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEDUA
Diiring dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih: “Mereka itu adalah orang yang sewaktu hidupnya meringan-ringankan solat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KETIGA
Mereka berbentuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jengking. “Mereka itu adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEEMPAT
Diiring dari kubur dengan keadaan darah seperti air pancutan keluar dari mulut mereka. “Mereka itu adalah orang yang berdusta di dalam jualbeli, maka inilah balasannya dan tempat mereka adalah neraka…”

BARISAN KELIMA
Diiring dari kubur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT menurunkan angin sehingga bau busuk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar. “Mereka itu adalah orang yang menyembunyikan perlakuan derhaka takut diketahui oleh manusia tetapi tidak pula rasa takut kepada Allah SWT, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEENAM
Diiring dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan. “Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KETUJUH
Diiring dari kubur tanpa mempunyai lidah tetapi dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah. “Mereka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KELAPAN
Diiring dari kubur dalam keadaan terbalik dengan kepala ke bawah dan kaki ke atas. “Mereka adalah orang yang berbuat zina, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KESEMBILAN
Diiring dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh. “Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara yang tidak sebenarnya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KESEPULUH
Diiring dari kubur mereka dalam keadaan tubuh mereka penuh dengan penyakit sopak dan kusta. “Mereka adalah orang yang derhaka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KESEBELAS
Diiring dari kubur mereka dengan berkeadaan buta mata-kepala, gigi mereka memanjang seperti tanduk lembu jantan, bibir mereka melebar sampai ke dada dan lidah mereka terjulur memanjang sampai ke perut mereka dan keluar beraneka kotoran. “Mereka adalah orang yang minum arak, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah neraka…”

BARISAN KEDUA BELAS
Mereka diiring dari kubur dengan wajah yang bersinar-sinar laksana bulan purnama. Mereka melalui titian sirat seperti kilat. Maka,datanglah suara dari sisi Allah Yang Maha Pengasih memaklumkan: “Mereka adalah orang yang beramal salih dan banyak berbuat baik. Mereka menjauhi perbuatan durhaka, mereka memelihara sholat lima waktu, ketika meninggal dunia keadaan mereka sudah bertaubat, maka inilah balasannya dan tempat kembali mereka adalah syurga, mendapat keampunan, kasih sayang dan keredhaan Allah Yang Maha Pengasih…

Tuesday, May 24, 2011

Seni Merawat Pernikahan

Seni Merawat Pernikahan
by Mukjizat Sholat Dan Doa on Tuesday, 24 May 2011 at 08:54.Seni Merawat Pernikahan



By : M. Agus Syafii



Ketika menjelang pernikahan, biasanya keluarga besar nampak heboh, sibuk menyiapkan pesta pernikahan, terpukau dalam gebyar pesta namun tenggelam setelah perjalanannya, pernikahan tidak terawat dengan baik. Akhirnya cinta itu memudar, kasih sayang menjadi hilang. Pernikahan menjadi hambar. Bahkan ada seorang suami yang bertutur, 'Mas Agus Syafii, diawal pernikahan saya sangat mencintai istri saya tetapi setelah menjalani 15 tahun pernikahan, saya lebih senang dalam kesibukan daripada berdua sama istri. Inilah salah satu contoh pernikahan yang tidak pernah terawat selama bertahun-tahun sehingga bukan hanya menjadi tidak indah lagi pernikahannya namun juga bisa saling melukai pasangan.



Menurut al Qur’an surat ar Rum :21, untuk merawat pernikahan itu adalah mawaddah dan rahmah, cinta dan kasih sayang. Yang ideal adalah jika antara suami dan isteri diikat oleh perasaan mawaddah dan rahmah sekaligus. Dalam bahasa Arab, mawaddah mengandung arti kelapangan dada dan kekosongan jiwa dari kehendak buruk. Jadi cinta mawaddah adalah perasaan yang mendalam, luas, dan bersih dari pikiran serta kehendak buruk. Sedangkan rahmah mengandung pengertian dorongan psikologis untuk melindungi orang yang tak berdaya. Rumah tangga yang direkat oleh mawaddah dan rahmah adalah pasangan dimana masing-masing secara naluriah memiliki gelora cinta mendalam untuk memiliki, tapi juga memiliki perasaan iba dan sayang dimana masing-masing terpanggil untuk berkorban dan melindungi pasangannya dari segala hal yang tidak disukainya.



Mawaddah dan rahmah itu sangat ideal. Artinya sungguh betapa bahagianya jika pasangan rumah tangga itu diikat oleh mawaddah dan rahmah sekaligus. Sesuatu yang ideal biasanya jarang terjadi. Bagimana jika tidak? Seandainya mawaddahnya putus, perasaan cintanya tidak lagi bergelora, asal masih ada rahmah, ada kasih sayang, maka rumah tangga itu masih terpelihara dengan baik. Betapa banyak suami isteri yang sebenarnya kurang dilandasi oleh cinta membara, tetapi karena masih ada rahmah, ada kasih sayang, maka rumah tangga itu tetap berjalan baik dan melahirkan generasi yang terpuji. Rahmah yang terpelihara pada akhirnya memang benar-benar mendatangkan rahmat Allah berupa mawaddah. Di samping mawaddah dan rahmah, Nabi menggaris bawahi dengan pernyataan bahwa pernikahan adalah amanah. Sabda Nabi wa akhaztumuhunna bi amanatillah, artinya, 'Kalian mengambil pasanganmu sebagai isteri (atau suami) adalah berdasar amanah Allah.'



Dalam Al Quran, amanah diterangkan oleh para ahli tafsir sekurang-kurangnya mengandung tiga arti, yaitu: (1) titipan, (2) tanggung jawab, dan (3) kepatuhan kepada hukum Allah. Amanah mengandung arti tanggungjawab dengan berlaku adil dan rasional seraya menyadari implikasi dan konsekwensi dari apa yang dilakukannya. Isteri adalah amanah Allah kepada suami, suami adalah amanah Allah kepada isteri. Keduanya harus komitmen kepada hak dan kewajibannya serta menyadari implikasi dan konsekwensi dari apa yang mereka lakukan. Kasus-kasus buruk dalam keluarga pada umumnya bersumber dari tidak dihiraukannya amanah ini.



Wassalam,

M. Agus Syafii

Monday, May 23, 2011

Trik Kecil Kalahkan Lelah Kala Hamil

KOMPAS.com - Rasa lelah teramat sangat akan dirasa oleh para ibu hamil. Membawa beban lebih dalam tubuh bukan hal yang mudah. Sudah tentu perubahaan hormon serta beban lebih itu akan menjadi suatu hal yang melelahkan. Berikut ini trik-trik untuk mengatasi rasa lelah ibu hamil.

Tidur
Saat rasa lelah menyerang, keinginan untuk berbaring dan beristirahat barangkali adalah hal yang pertama kali terlintas di kepala ibu hamil. Di trimester pertama, saat tubuh sibuk menumbuhkan plasenta bisa jadi hal yang sangat melelahkan. Tidur lebih awal adalah hal yang wajar untuk dilakukan para ibu hamil. Tidur siang juga bisa membantu, tetapi jika aktivitas dan jadwal Anda tidak memampukan Anda untuk tidur cepat, pastikan untuk menambah jam tidur malam lebih banyak, hingga kurang lebih Anda mendapatkan sekitar 9 jam tidur. Sebuah studi terbaru dari American Academy of Sleep Medicine menemukan bahwa ibu hamil yang tidur kurang dari 6 jam (atau lebih dari 10 jam) setiap malam di trimester ketiganya bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Jika Anda sulit tidur akibat buang air terus menerus, cobalah untuk mengambil posisi dengan bertumpu pada telapak tangan dan kedua lutut, seperti ingin merangkak, lalu tunggu beberapa menit, ini akan membantu mengubah posisi si bayi supaya menjauhi kantung kemih Anda dan membuat Anda lebih nyaman.

Tunda tugas di rumah dan berjalan kaki di luar rumah
Mengapa jalan kaki? "Karena berjalan kaki meningkatkan aliran energi yang bisa mendorong energi serta menyebarkan endorfin untuk membuat Anda merasa lebih baik, meski hanya berjalan di sekitar komplek rumah," jelas Virginia R Lupo, MD, spesialis pengobatan ibu hamil di Minneapolis dan pembicara American Congress of Obstetricians and Gynecologists. Karena pusat berat tubuh saat kehamilan terus berubah setiap minggunya, Lupo merekomendasikan untuk mulai berjalan secara perlahan. Anda tak ingin mendorong detak jantung secara mendadak. Anjurannya, perkirakan kecepatan jalan Anda, kira-kira dalam kecepatan yang cukup dan Anda masih bisa bicara. Upayakan jangan membuat diri Anda terengah-engah."

Jangan terlalu merasa bersalah membiarkan pekerjaan di rumah terbengkalai untuk berolahraga. Karena saat berjalan kaki, Anda membantu diri serta si bayi untuk mendapatkan energi. Sebuah studi menemukan hubungan antara pekerjaan rumah dan kelahiran prematur, bukan akibat kelelahan, tetapi akibat kebosanan mengerjakan hal yang sama berulang. Para peneliti berpendapat bahwa mengerjakan tugas yang sama berulang-ulang meningkatkan level hormon stres.

Makan
Anda mungkin tidak akan merasakan kelaparan, Anda mungkin hanya merasa mual. Tetapi Anda butuh zat asupan untuk bayi serta untuk mengusir rasa kantuk. Kadang, saat hamil, para ibu berfokus memikirkan berapa banyak kalori yang harus diasup. Tetapi, untuk mendorong energi, sebaiknya fokuskan diri pada kualitas, bukan kuantitas makanannya. Dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang, makanan berporsi sedikit tetapi sering dalam sehari Anda bisa memastikan tubuh dan si bayi mendapat nutrisi yang diperlukan. Karena jika Anda paksakan hanya makan makanan utama dalam porsi besar, Anda akan merasa kelelahan sesudahnya.

Udara segar
Merasa sesak? Bisa jadi itu dikarenakan energi Anda yang naik-turun. Tak hanya kita lebih cenderung duduk saat ada di dalam ruangan, tetapi kita juga cenderung menghirup udara yang sama dan tidak segar jika terlalu lama di dalam ruangan, dan ini bisa menguras energi dan mengekspos Anda terhadap patogen. Usahakan untuk keluar ruangan sesekali untuk mencari udara segar serta memberi oksigen pada tubuh. Sedikit sinar matahari juga baik, karena bisa bantu meningkatkan vitamin D dalam tubuh.

Dorongan zat besi
Makanan yang kaya zat besi, seperti daging-dagingan bisa bantu dorong energi dan memberi nutrisi penting untuk bayi. Untuk mendapatkan manfaat terbaik, jangan lupa untuk makan makanan yang kaya vitamin C, seperti jus jeruk peras, tomat, serta sayuran berdaun hijau yang membantu tubuh menyerap zat besi. Hindari makan makanan yang kaya zat besi bersamaan dengan susu, yoghurt, atau keju. Susu bisa menghambat penyerapan zat besi yang diperlukan untuk menambah energi. Kelelahan yang teramat sangat bisa jadi gejala kekurangan zat besi. Pastikan Anda mengkonsultasikan keluhan Anda kepada dokter kandungan Anda.

Protein
Konsumsi makanan yang rendah lemak dan kaya protein, karena jika Anda kekurangan protein Anda akan merasa lebih lelah. Makanan rendah lemak dan daging unggas adalah sumber yang bisa melawan kelelahan dengan vitamin B6 dan B12, yang penting untuk mengubah nutrisi makanan menjadi energi.

Percikan kesegaran
Memercikkan air dingin pada wajah bisa membantu menyegarkan diri. Jika Anda tak ingin merusak riasan wajah, percikkan air dingin pada titik-titik nadi, seperti pergelangan tangan dan di belakang leher.

Melatih anak jadi pemimpin

KOMPAS.com — Anak Anda punya bakat jadi pemimpin? Perhatikan, apakah ia selalu "mengatur" teman-temannya mengenai permainan apa yang akan dilakukan? Apakah teman-temannya dengan sukarela mengikuti kemauannya? Apakah ia selalu berani mengungkapkan pendapatnya, dan meminta untuk diberi kesempatan menyanyi atau berdoa di depan kelas?

Mungkin, belum semua anak menunjukkan perilaku yang menunjukkan karakter seorang pemimpin. Lalu, bagaimana cara mendorong mereka untuk mengembangkan perilaku kepemimpinan?

1. Tanyai pendapat mereka
Saat sedang bersama-sama di rumah, tanyakan pada mereka hal-hal seperti, "Kamu mau pakai kaus yang merah atau yang biru?" Atau, "Kamu mau susu cokelat atau vanila?" Dengan menjawab pertanyaan seperti ini, mereka melatih kemampuan berbicara asertif, dan bagaimana membuat keputusan yang baik.

2. Kenalkan mereka pada pemimpin
Ceritakan pada mereka mengenai sejumlah tokoh pemimpin, entah dari buku cerita, acara di TV, atau orang-orang yang ada di lingkungan Anda. Saat mereka melihat bagaimana pemimpin beraksi, mereka akan tahu bagaimana perilaku seorang pemimpin. Kelak, ia pun akan meniru tingkah laku tersebut.

3. Puji perilaku kepemimpinan mereka
Jika mereka tidak tahu apa yang Anda inginkan, mereka tak akan pernah melakukannya. Karena itu, saat Anda tahu mereka melakukan suatu tindakan memimpin atau membuat keputusan yang baik, sampaikan pada mereka. Katakan, "Nah, gitu dong! Ibu senang kalau kamu mau berbagi!"

4. Lakukan kegiatan yang membantu mereka menunjukkan kemampuan memimpin
Kenalkan mereka pada kegiatan-kegiatan yang membantu mereka melakukan kemampuan memimpin. Misalnya, membantu mengatur barisan teman-temannya saat acara outing dari sekolah. Ketika mereka dibiasakan untuk melakukan hal-hal seperti ini, mereka juga akan mampu mempraktekkannya di rumah maupun di tempat lain.

5. Bantu mereka menentukan tujuan pribadi
Ketika mereka menentukan tujuan untuk diri mereka sendiri, yang tak ada hubungannya dengan kepentingan orang lain, otomatis mereka akan mendemonstrasikan kemampuan leadership. Sebab, mereka akan memimpin diri mereka sendiri.

Friday, December 10, 2010

tips

Kencur dan kunyit dicampur jeruk nipis dan satu sendok kecap efektif mengeluarkan dahak dan riak dari saluran pernapasan, jadi bisa mengeluarkan debu-debu yang masuk dalam paru-paru."
"Kulit pepaya memiliki manfaat penyembuhan yang ampuh untuk mengobati ruam dan terbakar sinar matahari, serta untuk menghilangkan noda-noda hitam karena penuaan."
Jari terluka saat memasak dapat diobati dengan lada. Bersihkan luka dengan air dingin dan pakai lada hitam untuk hentikan perdarahan. Lada hitam punya sifat analgesik, antibakteri dan antiseptik."
Oleskan madu pada permukaan kulit yang luka sebelum dibalut dengan perban. Madu punya sifat antibakteri yang kuat juga mampu menghancurkan hampir semua jenis bakteri yang banyak menginfeksi luka."
Minum kopi dan teh pahit tiap pagi dapat memperlambat pikun. Kandungan kafein pada kopi dan teh pahit dapat menghambat aktivitas enzim yang berpotensi terhadap kepikunan."

10 Cara Meraih Bahagia

KOMPAS.com - Beberapa psikolog di Amerika mempublikasi hasil riset mereka ke dalam jurnal The Psychological Science. Riset tersebut menyinggung mengenai upaya untuk menyibak rahasia manusia untuk bisa menemukan kebahagiaan. Riset tersebut mengklasifikasikan bahagia dalam 10 faktor.

Kemampuan untuk menjadi bahagia akan hal-hal kecil, menurut si penulisnya adalah kunci utama menuju kebahagiaan. Dalam tulisan tersebut juga dikatakan, mereka yang memiliki kemampuan untuk merasa bahagia akan hal-hal kecil mampu melawan penyakit di usia senja dan mampu hidup 7 tahun lebih lama ketimbang mereka yang tidak. Berikut adalah 10 hal yang sebaiknya dinikmati dan dilakukan oleh manusia agar merasa bahagia:

1. Berbagi pikiran positif dengan orang lain.
2. Menganalisa kenangan indah dan menyenangkan.
3. Menghargai diri sendiri.
4. Mencoba mencari makna dan hikmah atas segala hal.
5. Memikirkan bahwa masa depan akan lebih baik dan bagaimana memperbaiki kesalahannya sendiri.
6. Melakukan kegiatan yang disukai.
7. Mencoba merasa bahagia di saat sedih. Atau mencoba mencari nilai positif dari hal yang negatif.
8. Merayakan momen-momen tertentu dalam hidup.
9. Menjauh dari pikiran sedih, ketakutan, dan kekhawatiran.
10. Mengucap "terima kasih" dengan tulus sesering mungkin kepada orang lain.

Monday, May 10, 2010

anak Fever

Kita sebagai ibu, yang khususnya mempunyai anak2 balita, atau ibu2 muda yang belum punya banyak pengalaman tentang penanganan anak yang panas,paling tidak kita harus tau bagaimana menangani buah kesayangan kita yang menderita panas, sebelum kita sempat membawanya ke dokter, RS, bidan, atau tenaga medis yang lain, karena kadang kita berpikir ahh.. cuma panas doang.... ga usahlah kerumah sakit, kasih obat sendiri dirumah, gitu kan? Sebaiknya selain thermometer(alat pengukur panas), kita jg harus menyiapkan obat biasanya obat yang sering digunakan untuk penurun panas adalah panadol, panadol ini selain menurunkan panas (anti piretik)juga sebagai penghilang rasa sakit (analgetik).Jika sikecil panas berikan panadol sesuai dosisnya, jika terpaksa tak tersedia panadol syrup, bisa diberikan tablet, tapi ingat dosisnya jangan kelebihan.Untuk pemberian dosisnya,10grm kalikan berat badan anak, jika panas masih saja menetap atau turun sebentar lalu naik lagi, berikan dosis berikutnya setelah minimal 4jam, dan berikan kompres dingin,didahi, ketiak, juga leher, karena tempat ini banyak syarafnya, sehingga kompres akan bekerja efektif, hal ini bisa diulang2 sampai panas turun, atau jika masih panas, akhirnya bisa mendapatkan / menjangkau fasilitas kesehatan RS, Klinik dsb.
Panas pada anak keliatannya cuma sepele, tapi jangan pernah menyepelekannya, karena hal ini bisa berakibat serius, anak bisa menjadi kejang, koma, atau bahkan meninggal dunia jika tidak mendapatkan perawatan yang benar. Jika seandainya belum bisa menjangkau fasilitas kesehatan, dan panas anak tidak turun atau bahkan menjadi kejang, jangan panik,usahakan setenang mungkin sehingga anda bisa berpikir untuk mengambil keputusan tindakan apa yang tepat untuk dilakukan. Karena kepanikan tak akan membantu menyelesaikan masalah.Jadi jika anak panas dan menjadi kejang, mata melirik keatas, hanya putihnya yang keliatan, kulit pucat, bibir membiru, dan kaki tangan mulai dingin, dan kemungkinan anak tidak bernafas, sebagai ortu tentu saja kita akan histeric melihat keadaan ini, karena hal ini adalah tanda kemungkinan berakhirnya umur seseorang, tapi jika dalam saat ini kita bisa mengambil keputusan dan tindakan yang tepat maka si anak akan tertolong jiwanya. Jika hal itu terjadi, jangan panik berikan anak nafas buatan, caranya kita menghirup udara sebanyaknya, buka mulut anak, kepala sedikit didongkakan keatas, tutup hidungnya lalu tiupkan udara kemulut sang anak, lakuan berulang2, sampai dengan anak bisa kembali bernafas, atau telah menjangkau fasilitas kesehatan.
sungguh hal ini begitu menakutkan bagi yang sudah mengalami, dan akan menjadi suatu pengalaman yang tak terlupakan, tapi hal ini akan membuat kita selalu waspada, jika anak kita sedang panas,yaah.. terangnay karena ketakutan terulangnya kejadian yang menegangkan itu, namun bagi yang belum pernah mengalami sebaiknya menjaga hal ini agar jangan sampai hal ini terjadi..........
Semoga dengan sedikit pengetahuan ini bisa bermanfaat, untuk merawat sikecil yang panas,atau sodara, tetangga atau siapapun yang sedang mengalami masalah ini......

Friday, January 22, 2010

8 Tipe Orangtua yang Sulit

Rabu, 13/1/2010 | 12:23 WIB
KOMPAS.com - Dalam mendidik anaktiap orangtua pasti berbeda. Tergantung dari tipe si anak itu sendiri, latar belakang si orangtua tersebut saat dibesarkan, dan pengalaman serta pengetahuannya mengenai pendidikan anak. Beberapa waktu lalu, Nanny Stella dari program acara Nanny 911 berkunjung ke Indonesia untuk membagikan tips mengenai cara mendidik anak.juga sempat membeberkan tipe-tipe orangtua yang salah dari cara mereka membesarkan anak. Berikut di antaranya:

1. Marah/Frustasi
Tipe ini sulit mengontrol kemarahannya, sumbu marahnya pendek, dan seringkali menggunakan metode hukuman ala diktator (berteriak, memukul). Pasangan Anda seringkali merasa frustasi juga, dan anak-anak seringkali merasa terintimidasi, dan takut untuk mendekat karena khawatir Anda akan marah jika mereka salah bertingkah laku.
* Cara Mengatasinya: Cobalah untuk mulai melatih kesabaran, berlatih pernapasan, atau menghitung hingga 10 sampai rasa marah itu mereda. Cara lainnya adalah dengan menggunakan bola lembut yang bisa diremas, lampiaskan energi tiap kali rasa ingin marah itu datang. Seandainya amarah Anda sudah sangat sulit ditahan, coba tinggalkan ruangan sejenak untuk menenangkan diri. Atau gunakan energi tersebut untuk membersihkan rumah. Sebaiknya Anda tidak berteriak kepada anak. Lebih disarankan untuk berkata dengan tenang. Jika merasa ingin berteriak, sebaiknya dekati si anak dan bicara dengan berbisik.

2. Menghindar
Ada orangtua yang takut atau frustasi menghadapi keluarganya,dan menghindar untuk pulang ke rumah atau menghindar berkumpul dengan keluarganya. Namun,ini akan berdampak pada anak yang akan merasa kecewa, meminta perhatian lebih, dan mengambil kesempatan untuk ketidakberadaan Anda.
* Cara Mengatasinya: Lihat masalah ini seperti masalah pekerjaan. Hadapi dan carilah solusinya. Beberapa pasangan tidak membagi tugasnya sama rata. Cobalah anggap hubungan Anda dan pasangan sebagai tim. Sebelum mulai mengambil langkah, Anda dan dia perlu menyatukan visi. Setelah itu, mulailah membagi tugas Anda untuk memastikan segalanya berjalan dengan lancar, dan perkirakan pula apa saja yang harus dan berani Anda kompromikan dengan pasangan. Pastikan hal tersebut berjalan dengan lancar.

3. Bingung
Anda merasa tak mengerti akan banyak hal. Menyerahkan segala tanggung jawab dan segalanya kepada pasangan dan membiarkan si kecil melakukan apa pun yang mereka inginkan. Pasangan Anda setuju untuk menjaga suasana tetap tenang, tapi menyesali mengapa Anda tak mau mencoba. Anak-anak Anda mengambil keuntungan dari kekurangtegasan Anda dan seringkali mengambil alih kepemimpinan kala ia mampu.
* Cara Mengatasinya: Berhentilah mengeluh dan mulai memikirkan apa yang Anda inginkan dari anak-anak dan diri Anda. Bicarakan dengan orangtua lain yang Anda percayai ide dan masukannya.

4. Tak Teratur
Anda memiliki rutinitas dan tak ada yang berhasil diselesaikan. Menyerah adalah salah satu kebiasaan Anda. Pasangan Anda pun mulai membantu Anda dengan alasan-alasan. Anak-anak Anda tak teratur, sering mangkir dari janji, dan menghindari tugas.
* Cara Mengatasinya: Ciptakan sebuah sistem tugas, kegiatan rutin, dan bereskan barang-barang yang berserakan. Bangun konsistensi, batasan, struktur, dan tingkat panutan. Percaya pada diri Anda, dan bersatulah sebagai keluarga.

5. Pemaaf
Tipe ini membiarkan si anak melakukan apa pun yang ia mau, bahkan untuk tindakan-tindakan nakal sekalipun, dan jarang mendisiplinkan si kecil. Pasangan dari tipe ini beranggapan bahwa tipe ini kebingungan dan tak mampu mendisiplinkan si anak. Anak-anak dengan mudahnya mendapatkan apa yang mereka mau lewat tangisan dan keluhan.
* Cara Mengatasinya: Menghindari pikiran "tapi mereka kan masih anak-anak". Katakan pada anak yang bertingkah buruk, "itu tidak boleh!". Ciptakanlah aturan-aturan untuk si kecil, kalau bisa dituliskan, dan jangan pernah mangkir dari aturan-aturan itu, jangan mau menyerah dari aturan itu. Sudah merupakan tanggung jawab Anda sebagai orangtua dan orang dewasa di rumah untuk bisa tegas.

6. Bersuara Keras
Teriakan, "Jangan berisik!" sering kali terlontar. Anak dan pasangan menjadi takut dan tak berani mendekat. Anak-anak pun mulai berteriak saat berbicara dengan teman atau saudaranya.
* Cara Mengatasinya: Teriakan sebenarnya merupakan pertanda bahwa situasi sudah mulai keterlaluan. Saat Anda merasa ingin berteriak, tenangkan diri Anda. Pelankan volume suara televisi dan mulailah untuk saling mendengarkan satu sama lain yang berbicara dengan suara cukup tenang. Kendalikan volume suara Anda.

7. Sangat Suka Mengkritik
Salah satu kesalahan umum para orangtua adalah dengan menciptakan suatu standar yang sangat mustahil untuk mereka penuhi. Para orangtua cenderung memikirkan citra diri dan keluarga di mata orang lain, dan tidak memikirkan perasaan si anak.
* Cara Mengatasinya: Tanyakan pada diri sendiri, apa yang telah Anda lakukan pada si kecil. Pikirkan bagaimana perasaan Anda jika orangtua Anda berlaku seperti cara Anda memperlakukan si kecil. Ciptakan aturan rumah yang realistis dan dengarkan anak-anak Anda.

8. Menganggap Enteng
Anda selalu bertentangan dengan pendapat pasangan. Pasangan Anda seringkali merasa dikecilkan dan meragukan perasaannya sendiri. Anak-anak seringkali merasa kebingungan, dan suka bertingkah berlebihan untuk mencari perhatian.
* Cara Mengatasinya: Telan harga diri Anda, lihat kenyataan dan hadapi kesalahan yang telah Anda buat. Ciptakan aturan rumah dan kesepakatan untuk kerja tim. Ketika Anda sudah menyetujui dan masing-masing sudah mengetahui tugas dan tanggung jawab yang terbagi rata, tak ada lagi alasan untuk memandang pasangan sebelah mata.

7 Cara Mengatasi Gejolak Stres

Senin, 30 November 2009 | 11:45 WIB

Shutter Stock
Minum teh di tengah-tengah kesibukan bisa membantu kurangi stres yang melanda. KOMPAS.com - Stres memang tak mungkin dihindari. Menjelang akhir tahun, pekerjaan makin menumpuk, si bos menuntut banyak, keluarga minta liburan, dan masih banyak lagi tuntutan yang membuat Anda dipenuhi pikiran. Apa yang bisa dilakukan untuk meredakan gejolak stres di dalam kepala Anda? Berikut adalah 6 hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya.

1. Teh hitam
Sebanyak 75 relawan yang ikut dalam sebuah studi yang dilakukan oleh University College di London, diminta meminum teh hitam sebelum melakukan dua tugas yang membuat mereka stres. Ternyata, hormon stres (kortisol) mereka turun sekitar 47 persen ketimbang relawan yang tidak meminum teh sebelumnya.

2. Katakan!
Bukan tanpa alasan orangtua kita mengajarkan untuk tidak bicara kasar, termasuk mengumpat. Memang tidak sopan untuk melontarkan kata-kata umpatan. Namun, pada kenyataannya, menurut sebuah penelitian yang dicantumkan dalam Leadership & Organization Development Journal, mengumpat bisa mengurangi tingkat stres seseorang. Tidak disarankan untuk mengumpat di depan orang lain atau di tengah-tengah acara yang sedang berlangsung. Namun, sedikit mengumpat di ruangan yang sangat sepi dimana Anda sendirian (dan tidak berlebihan) ditengarai bisa membantu melegakan sedikit tekanan dari otak Anda.

3. Beri tekanan tambahan
Akupresur sudah diketahui khasiatnya sejak zaman dulu. Tekanan di titik-titik utama dan sentral merupakan pereda ketegangan yang cepat dan efektif. Bahkan, menurut Hong Kong Polytechnic University, teknik akupresur mampu mengurangi stres hingga 39 persen. Untuk membantu mengurangi stres, Anda bisa menekan (memijat) daerah daging yang letaknya di antara ibu jari dan telunjuk masing-masing tangan Anda selama 20-30 detik.

4. Manjakan diri
Tekanan dalam darah yang meninggi terkadang bisa membuat seseorang merasa stres. Untuk menenangkan peredaran darah dan memberi kemudahan agar darah mengalir, disarankan untuk meminum cokelat panas. Cokelat mengandung flavonoid, yang mampu melebarkan saluran darah dalam tubuh. Minumlah cokelat yang pekat atau bubuk kakao, yang memiliki kandungan penghilang stres lebih banyak ketimbang susu cokelat. Usahakan hanya meminumnya satu sajian saja.

5. Tertawalah
Sudah banyak yang mengatakan bahwa tawa lepas bisa membantu menyehatkan tubuh. Dilaporkan oleh Loma Linda University di California bahwa antisipasi untuk menunggu tawa saja sudah bisa menurunkan hormon-hormon stres, seperti dopac, kortisol, dan epinephrine. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencari video-video lucu di internet.

6. Makin banyak lemak, makin baik
Menurut penelitian di University of Pittsburgh, mereka yang memiliki kandungan asam lemak omega-3 EPA dan DHA tinggi memiliki tingkat kebahagiaan lebih, berpikir lebih tenang, dan bisa lebih mudah diajak kerjasama. Tingkatkan mood Anda dengan menambah makanan sumber omega-3 lebih banyak, seperti salmon, herring, dan sardin dalam menu harian Anda. Atau tambahkan suplemen harian, sekitar 400 mg EPA dan DHA yang banyak terkandung dalam minyak ikan.

7. Relaksasi
Ada beragam tipe dan teknik relaksasi. Anda bisa mempelajari teknik relaksasi tersebut dari praktisi kesehatan, termasuk praktisi pengobatan alternatif, dokter, dan psikoterapis. Jika Anda belum memiliki kesempatan untuk bertemu mereka, Anda bisa mempelajarinya secara pribadi.

Jangan Stres! Duduk dan Diamlah!

KOMPAS.com - Memang mustahil hidup tanpa stres. Namun bila stres melanda Anda tak perlu melarikan diri, bahkan sampai mengonsumsi obat-obatan penenang. Cukup luangkan waktu sejenak untuk melakukan meditasi.

Penelitian menunjukkan, meditasi yang dikombinasikan dengan terapi bicara, yang disebut dengan mindfulness meditation bisa melepaskan rasa stres, bahkan depresi.

"Depresi bisa menjebak orang pada pikiran-pikiran negatif, seperti 'saya tidak cukup baik', atau 'tak ada orang yang menyukai saya'. Hal ini bisa menyebabkan hilangnya rasa menghargai diri," kata Profesor Willem Kuyken dari the Mood Disorder Centre dari Exeter University, Inggris.

Meditasi akan membantu kita melihat pikiran-pikiran negatif sebagai sesuatu yang keliru. Pikiran kita juga akan dilatih untuk melihat stres sebagai sesuatu yang dapat diatasi. Dalam studinya, Kuyken dan timnya menemukan bahwa meditasi sama efektifnya dengan penggunaan obat anti depresan dalam jangka panjang.

Meditasi yang dilakukan tidak harus dengan duduk bersila dalam ruangan atau waktu khusus. Kuyken mengatakan dengan menutup mata sejenak, memfokuskan pikiran dan melepaskan ketegangan juga bisa dipakai sebagai bentuk meditasi.

Anda juga boleh menyugesti diri sendiri saat bermeditasi. Tanamkan dalam hati nilai-nilai positif tentang diri sendiri, misalnya "Saya mampu mengerjakan tugas ini."

Berbagai studi ilmiah melaporkan berbagai manfaat meditasi, antara lain membuat otak lebih rileks, memulihkan keseimbangan saraf dan kesegaran tubuh, memperkuat daya tahan tubuh, melatih konsentrasi, dan sebagainya.